Cahaya Matahari Akan Meredup

Pemandangan matahari terbit.
Sumber :
  • Istimewa

"Efek pendinginan dari minimum-minimum hanya sebagian kecil dari efek pemanasan yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer," sebuah pernyataan dari tim peneliti berbunyi.

img_title Mau Lutut dan Siku Cerah dengan Cepat? Coba 6 Tips Alami Ini di Rumah!

"Setelah ratusan ribu tahun tingkat CO2 tidak pernah melebihi 300 bagian per juta di udara, konsentrasi gas rumah kaca sekarang lebih dari 400 bagian per juta, terus meningkat yang dimulai dengan Revolusi Industri."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu simulasi minimum besar pada iklim saat ini di Bumi mengantisipasi pengurangan pemanasan matahari sebesar 0,25 persen selama periode 50 tahun antara 2020 dan 2070.

img_title Tips Efektif Merawat Kulit di Tengah Kelembapan Tinggi Indonesia

Sementara suhu udara permukaan rata-rata global tampak dingin oleh "beberapa sepersepuluh derajat Celsius" di tahun-tahun awal, pengurangan ini dengan cepat disusul oleh tren yang terus meningkat.

"Besaran matahari minimum masa depan bisa melambat tapi tidak menghentikan pemanasan global," kata Lubin dalam studi tersebut

img_title 2 dari 5 Orang Indonesia Berisiko Osteoporosis, Ini Nutrisi dan Gaya Hidup yang Harus Diperhatikan

"Sekarang kita memiliki tolak ukur dari mana kita dapat melakukan simulasi model iklim yang lebih baik. Oleh karena itu kita dapat memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana perubahan radiasi UV matahari memengaruhi perubahan iklim," kata Lubin.

Ilustrasi terkena sinar matahari.

Bukan Sekadar Kurang Tidur, Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan Paparan Sinar Matahari

Sering lelah meski cukup tidur? Kenali 7 tanda tubuh mungkin kurang paparan sinar matahari dan pahami kaitannya dengan vitamin D serta suasana hati. Simak selengkapnya.

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut