Gagal Bayar, Indonesia Bisa Kehilangan Slot Satelit

Ilustrasi satelit mengorbit.
Sumber :
  • www.aviantipic.com

VIVA – Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara saat ini fokus mempertahankan slot untuk orbit satelit yang dimiliki Indonesia. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi, jika Kementerian Pertahanan tak melanjutkan kerja sama dengan Avanti.

img_title Satelit Telkomsat Dioptimalkan Untuk 17 Titik Daerah Terdampak Gempa NTT

"Kami antisipasi. Kalau tidak diteruskan Pertahanan, kami harus alokasikan slotnya. Kami cari cara mempertahankan orbit slot, cuma ada delapan di dunia," ujarnya di Jakarta, Jumat 15 Juni 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, pengadaan satelit bukan berasal dari Kominfo, namun dari Kementerian Pertahanan. Termasuk soal penyewaan dengan pihak Avanti.

img_title BRIN Jawab Kekhawatiran Kebocoran Data dalam Proyek Satelit Lampung-1

"Tanya Kemenhan saja, yang deal (dengan Avanti) Kemenhan," tuturnya.

Pemerintah Indonesia diketahui harus membayar denda pada operator satelit Inggris, Avanti. Denda tersebut sebesar US$20 juta atau sekitar Rp277 miliar, akibat pemerintah lalai membayar uang  sewa satelit dari Avanti. 

img_title Satelit Buatan Indonesia Bakal Diluncurkan di India pada 2027

Kemenhan telah meminjam satelit itu pada November 2016 lalu. Hal itu dilakukan untuk pencegahan hilangnya hak spektrum  slot orbit 123 derajat timur.

Rendering Satelit Artemis milik Avanti

Sebelum digunakan Kemenhan, slot itu digunakan oleh satelit Indonesia, Garuda 1 yang telah mengorbit selama 15 tahun.

Masalah akhirnya muncul, sejak Indonesia tak membayar sewa ke Avanti. Setelah lama menunggu, akhirnya pada Agustus 2017 Avanti menggugat pemerintah ke arbitrase. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak Mei lalu, Kemenhan tak membayar ke Avanti. Alasannya, karena tidak memiliki anggaran. 

Pengadilan sendiri akhirnya memutuskan Indonesia berutang Rp277 miliar, dan harus dibayar hingga 31 Juli 2018 mendatang.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan kuliah umum di Unsurya, Halim, Jakarta Timur.

Kementrans Dorong Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Industrialisasi Dipercepat

Kementrans mendorong teknologi kedirgantaraan untuk bisa membuka keterisolasian kawasan transmigrasi, mempercepat industrialisasi, investasi, dan ciptakan lapangan kerja.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut