NASA Tangkap Sinyal Radio FM dari Jupiter

Foto Planet Jupiter dan tiga bulan
Sumber :
  • NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS

VIVA – Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) telah mendeteksi sinyal radio FM dari bulan milik planet Jupiter, Ganymede, untuk pertama kalinya. Apakah itu sinyal dari alien?

img_title Margaret Hamilton Wafat di Usia 90 Tahun, Kenang Lagi Kisahnya di Balik Keberhasilan NASA Mendaratkan Manusia ke Bulan

Dilansir dari laman Wion, Jumat, 15 Januari 2021, sinyal dari Ganymede ternyata berasal dari elektron akibat medan elektromagnetik. Proses ini menyebabkan elektron di dalam berputar dan berosilasi jauh lebih lambat daripada kecepatan putarannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, semua gelombang elektromagnetik dan radio diperkuat, kemudian diambil oleh pesawat ruang angkasa yang melayang di luar angkasa. Elektron-elektron ini juga menciptakan aurora dalam spektrum ultraviolet.

img_title Erupsi Anak Krakatau Terekam NASA, Begini Penampakan dari Angkasa

"Elektron yang berputar di medan magnet Jupiter adalah penyebab kebisingan radio yang kami dengar," kata NASA dalam sebuah pernyataan.

Seperti Bumi, Ganymede memiliki inti besi cair yang menghasilkan medan magnet. Kemudian membentuk aurora bercahaya di sekitar wilayah kutub utara dan selatan Ganymede. Saat Jupiter berputar, medan magnetnya bergeser, menyebabkan aurora Ganymede bergoyang.

img_title NASA Bagikan Potret Karhutla Kalimantan, Ungkap Mengapa Api Sulit Dipadamkan

Direktur Divisi Ilmu Planet NASA, Jim Green menyebut temuan itu mencengangkan. Mereka mengembangkan pendekatan baru untuk melihat ke dalam tubuh Jupiter dengan teleskop.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ganymede memiliki banyak air, 25 kali volume lautan di Bumi. Kedalaman samudranya diperkirakan sekitar 800 km. Ganymede juga menjadi satu dari lima bulan di tata surya yang memiliki samudra tersembunyi di bawah permukaan es.

Dua bulan lainnya yang dimiliki planet gas Jupiter adalah Europa dan Callisto. Sementara bulan Titan dan Enceladus, mengelilingi planet gas bercincin Saturnus.

Ilustrasi peta NASA

Peta NASA Masih Merah, Karbon Monoksida Terdeteksi Membentang di Langit Indonesia

Peta NASA periode 16-18 Oktober 2026 menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia. Simak data titik panas, karhutla, dan kondisi kualitas udara.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut