Satelit Satria-1 Mulai Dibuat

Ilustrasi satelit.
Sumber :
  • MIT Technology Review

VIVA – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyatakan proyek satelit multifungsi SATRIA-1 saat ini sudah memasuki tahapan konstruksi.

img_title BRIN Jawab Kekhawatiran Kebocoran Data dalam Proyek Satelit Lampung-1

"Sudah mencapai pemenuhan pembiayaan pada 31 Maret 2021, saat ini dalam proses konstruksi," kata Direktur Infrastruktur BAKTI, Bambang Nugroho saat acara virtual, dikutip Selasa 22 Juni 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembangunan SATRIA-1 menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan konsorsium Pasifik Satelit Nusantara sebagai pemenang tender.

img_title Satelit Buatan Indonesia Bakal Diluncurkan di India pada 2027

Konstruksi satelit multifungsi tersebut dibangun setelah menandatangani Preliminary Working Agreement atau Perjanjian Pendahuluan antara badan usaha pelaksana, PT Satelit Nusantara Tiga, bagian dari konsorsium, dan pabrikan satelit Thales Alenia Space yang berada di Prancis

Konstruksi saat ini berada di angka 11,5 persen, menurut Bambang, antara lain pertemuan dengan Thales Alenia Space, tinjauan payload system requirement dan service and communications module equipment qualification status review (EQSR).

img_title UEA Kembangkan Satelit AI, Data Bisa Diproses Real Time dari Orbit

BAKTI juga sudah bertemu dengan SpaceX, penyedia roket yang akan meluncurkan satelit SATRIA-1 ke orbit.

Pembangunan SATRIA-1, merujuk pada jadwal proyek ini, akan berlangsung hingga 2023 nanti, atau sekitar dua tahun lagi. Pemerintah menjadwalkan satelit ini bisa diluncurkan pada kuartal ketiga 2023 dan bisa beroperasi di akhir tahun tersebut.

Struktur pembiayaan satelit terdiri dari porsi ekuitas (22 persen) senilai 114 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,61 triliun dan porsi pinjaman (78 persen) senilai 431 juta dolar AS atau Rp6,07 triliun.

Porsi pinjaman berasal dari sindikasi Bank Kredit Ekspor Prancis (BPI France) dan dukungan antara lain HSBC Continental Europe, Banco Santander dan The Korea Development Bank.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, dalam acara yang sama menyatakan Agustus mendatang, mereka akan memulai pembangunan stasiun di bumi untuk mengontrol satelit.

Pada April lalu, pemerintah Indonesia berhasil mendapatkan slot orbit 146 Bujur Timur yang akan digunakan SATRIA-1 nanti, setelah mengajukan proposal permohonan perpanjangan masa laku penggunaan filing PSN-146E kepada Radio Regulations Board (RBB), International Telecommunication Union. (ant)

Teknologi satelit Telkomsat.

Satelit Telkomsat Dioptimalkan Untuk 17 Titik Daerah Terdampak Gempa NTT

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mengoptimalkan penyediaan konektivitas berbasis satelit di 17 titik daerah yang terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

img_title
VIVA.co.id
18 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut