5 Fakta Peneliti MIT Temukan Material Baja Baru, Kuat Tapi Ringan

Material baru yang ditemukan peneliti MIT
Sumber :
  • MIT News

VIVA – Baru-baru ini peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah berhasil mengembangkan material baru yang diketahui 'lebih kuat dari baja dan ringan seperti plastik’. Melansir dari The Sun, penelitian tersebut dipresentasikan dalam jurnal Nature dalam sebuah artikel berjudul “Irreversible synthesis of an ultrastrong two-dimensional polymeric material”.

img_title Sebanyak 38 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak Sudah Diproses Purbaya CS

Material baja baru yang terbilang cukup unik tersebut ditemukan oleh seorang ahli teknik kimia dari MIT. Material baru ini merupakan polimer dua dimensi yang lebih kuat dari baja namun memiliki berat yang sangat ringan seperti plastik. Berikut ini fakta-fakta dari material baja baru yang ditemukan oleh peneliti MIT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dapat dirakit sendiri dan diproduksi dalam jumlah besar

img_title Purbaya Kejar Potensi Pajak Rp 5 Triliun dari 40 Perusahaan Baja

Material baru yang ditemukan oleh peneliti MIT tersebut diketahui dapat dirakit sendiri menjadi lembaran. Bahkan material baru tersebut dapat diproduksi dengan mudah dalam jumlah yang besar. 

Ringan tapi kuat

img_title Ada Indikasi Masalah Perpajakan, Purbaya Sidak Perusahaan Baja Asal China di Pulogadung

Dibandingkan dengan kaca anti peluru, material baru ini memiliki modulus elastisitas empat dan enam kali lebih besar. Maka dari itu material ini dapat dikatakan lebih kuat daripada baja. Untuk mematahkan material ini diperlukan gaya yang dua kali lipat dari baja. Material baru ini juga akan jauh lebih mudah untuk dibentuk menjadi bahan yang sangat kuat, tetapi sangat tipis atau ringan. 

Dapat menopang bangunan

Menurut Michael Strano, Profesor Teknik Kimia Carbon P. Dubbs di MIT, pada material ini ditemukan hal yang baru. Dimana jika biasanya plastik dianggap tidak bisa menjadi penopang dalam sebuah bangunan namun kini dianggap bisa dengan material baru yang ditemukan tersebut karena memiliki sifat yang sangat tidak biasa. 

Menggunakan polimerisasi baru

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polimer dua dimensi yang kuat dan ringan tidak dibuat dengan mudah karena struktur yang terbentuk seperti lembaran akan hilang jika hanya satu monomer saja yang berputar ke atas atau ke bawah, keluar dari bidang lembaran yang tumbuh dan materi yang akan mulai mengembang dalam tiga dimensi. 

Dalam studi ini, para peneliti telah mendemonstrasikan proses polimerisasi baru untuk membuat lembaran 2D yang disebut sebagai poliaramid. Melamin menjadi senyawa yang digunakan oleh peneliti untuk blok bangunan monomer. Hal itu dikarenakan kandungan struktur cincin atom karbon dan nitrogen yang ada pada melamin. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut