Dibahas Luhut, ini Fakta mengenai apa itu Big Data
- VIVA/Ridwan Putra
6. Â 53,7 persen eksekutif beranggapan transformasi sebagai pendorong utama investasi Big Data.
Utamanya hal ini berlaku untuk industri keuangan dan kesehatan, sector yang tidak hanya berurusan dengan Big Data, tetapi juga perubahan statistik atau volatilitas dan regulasi yang konstan. Transformasi digital di sektor ini akan menjadi salah satu alasan utama organisasi akan berinvestasi pada Big Data.
7. Â Sekitar 60 persen hingga 70 persen data perusahaan tidak digunakan
Demikian pula, sebagian besar data yang tersedia di setiap perusahaan tetap kurang dimanfaatkan. Lagi pula, proses mengubah data mentah menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti dan berharga lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Perusahaan tidak hanya perlu berinvestasi dalam teknologi analitik tetapi juga budaya berbasis data yang ada di seluruh departemen.
8.  80 – 90 persen data di dunia digital tidak terstruktur
Sebagian besar data tidak terstruktur dalam bentuk audio, gambar dan teks. Alat analisis data yang canggih seperti analisis teks dan sentiment, pengenalan pola dan konversi ucapan ke teks diperlukan untuk mengekstrak informasi dari data-data tersebut.
9. Sekitar 20 persen perusahaan lintas sektor telah menerapkan Big Data
Terlepas dari peningkatan volume data dan banyaknya peluang yang dihadirkan oleh pertumbuhan ini hanya segelintir perusahaan yang mengoperasikan Big Data dalam berbagai kasus fungsional.
10. 32 persen perusahaan berencana untuk mengadopsi Big Data
Sisi positifnya, Big Data menjadi topik penting dalam agenda para eksekutif. Perusahaan yang belum mengadopsi teknologi menyatakan minatnya untuk penggunaan di masa depan. Faktanya, laporan tahun 2019 menunjukan bahwa analitik Big Data berada di peringkat ke-26 dalam daftar 37 teknologi yang penting untuk intelijen bisnis.