7 Penyebab dan Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil

Ilustrasi toilet
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Proses buang air kecil adalah cara tubuh mengeluarkan sisa metabolisme melalui urine. Walaupun setiap orang memiliki frekuensi berbeda dalam buang air kecil, namun terlalu sering buang air bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Apa sajakah pemicunya?

img_title Penyebab Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk Terkuak! Bukan Cuma Ada 50 Orang Diatas, tapi Ada Sejumlah Masalah Teknis

Infeksi pada saluran kemih adalah salah satu alasan paling umum mengapa seseorang sering buang air kecil. Infeksi ini bisa mengurangi kapasitas kandung kemih dalam menahan urine. Menurut laman Siloam Hospitals, ada beberapa alasan lain serta cara penanganannya. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebab Sering Buang Air Kecil

img_title Pria Sulit Buang Air Kecil? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Ilustrasi menahan kencing.

Photo :
  • log.viva.co.id

1. Infeksi Saluran Kemih

img_title Kenapa Pria Makin Sering Buang Air Kecil Setelah Usia 40? Bahayakah?

Gangguan ini disebabkan oleh bakteri yang membuat kandung kemih sulit menahan urine. Gejala lainnya meliputi nyeri di bagian bawah perut, demam, serta urine yang berbau kuat.

2. Batu Ginjal

Adanya padatan zat kimia dalam urine bisa meningkatkan urgensi untuk buang air, meskipun volume urine yang keluar cenderung sedikit.

3. Diabetes

Gejala awal dan umum yang dialami oleh penderita penyakit diabetes adalah sering buang air kecil. Hal inilah yang membuat tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urine, yang juga menarik lebih banyak cairan, meningkatkan volume urine.

4. Pembesaran Prostat

Pembengkakan prostat adalah penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada pria. Kondisi khusus pada pria ini bisa menekan uretra, membuat dinding kandung kemih lebih sensitif.

5. Penggunaan Obat Diuretik

Penyebab lainnya orang sering buang air kecil yaitu karena obat diuretic. Obat yang meningkatkan produksi urine, biasanya diberikan untuk penderita hipertensi.

6. Kehamilan

Volume darah meningkat selama kehamilan, membuat ginjal bekerja lebih keras dan meningkatkan produksi urine.

7. Kandung Kemih Overaktif

Kondisi ini menyebabkan kandung kemih sulit menahan urine, bahkan bisa menyebabkan inkontinensia.

Cara Menghadapinya

Ilustrasi minum air/air putih.

Photo :
  • Pexels/Lisa Fotios

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain konsultasi dengan dokter spesialis, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan, seperti:

- Senam kegel untuk menguatkan otot kandung kemih.
- Mengatur pola makan dan minum.
- Konsumsi air putih sekitar 2 liter per hari.
- Batasi asupan kafein dan pemanis buatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut