6 Cara Budaya Menjelaskan Tentang Gerhana
- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
VIVA – Tanpa penjelasan ilmiah, penggelapan Matahari (atau Bulan) saat gerhana akan menjadi peristiwa yang mengejutkan. Sepanjang sejarah, gerhana dipandang sebagai gangguan terhadap tatanan alam, dan banyak kelompok yang meyakininya sebagai pertanda buruk.Â
Banyak masyarakat kuno (dan tidak terlalu kuno) mempunyai penjelasan spiritual mengenai gerhana matahari dan bulan untuk membantu mereka memahami fenomena yang tampaknya tidak dapat dijelaskan dan acak ini. Dikutip dari Britannica, Selasa, 10 Oktober 2023, simak beberapa teori ini dari seluruh dunia.
1. China
Penampakan Gerhana Bulan Total.
- tvOne
Di Tiongkok kuno, secara umum diyakini bahwa gerhana matahari terjadi ketika seekor naga langit menyerang dan melahap Matahari. Catatan gerhana di Tiongkok termasuk yang tertua di dunia dan berumur lebih dari 4.000 tahun; setidaknya ada yang menyatakan "Matahari telah dimakan".Â
Untuk menakut-nakuti naga dan menyelamatkan Matahari, orang-orang akan menabuh genderang dan mengeluarkan suara keras saat terjadi gerhana. Karena Matahari selalu kembali setelah keributan ini, mudah untuk melihat bagaimana tradisi ini dilestarikan.Â
Menariknya, tampaknya masyarakat Tiongkok kuno tidak terlalu peduli dengan gerhana bulan, dan sebuah teks dari sekitar tahun 90 SM menganggap hal tersebut sebagai "masalah biasa".
2. Indian
Gerhana bulan sebagian dilihat dari Jayapura.
- VIVA/ Anwar Sadat.
Mitologi Hindu kuno memberikan penjelasan yang gamblang dan meresahkan tentang gerhana matahari. Menurut legenda, iblis licik bernama Rahu berusaha meminum nektar para dewa dan mencapai keabadian.Â
Menyamar sebagai seorang wanita, Rahu berusaha menghadiri perjamuan para dewa dan ditemukan oleh Wisnu. Sebagai hukuman, iblis itu segera dipenggal, dan kepalanya yang dipenggal itu terbang melintasi langit yang menggelapkan Matahari saat terjadi gerhana.Â
Beberapa versi mengatakan bahwa Rahu sebenarnya mampu mencuri seteguk nektar tetapi dipenggal kepalanya sebelum ramuan tersebut mencapai seluruh tubuhnya.Â
Kepalanya yang abadi, terus-menerus mengejar Matahari, terkadang menangkap dan menelannya, tetapi Matahari dengan cepat muncul kembali, karena Rahu tidak memiliki tenggorokan.
3. Inca
Suku Inca di Amerika Selatan memuja Inti, dewa matahari yang mahakuasa. Inti umumnya diyakini penuh kebajikan, namun gerhana matahari dipahami sebagai tanda kemarahan dan ketidaksenangannya.Â