Server RIM Dinilai Lebih Penting dari Pabrik
- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Ditanya soal regulasi yang menekan RIM agar segera membangun server di Indonesia, Nonot mengatakan seharusnya aturan ini diakomodasi dalam UU Telekomunikasi.
"Harusnya masuk di UU Telekomunikasi yang sedang direvisi. Karena ada hubungannya dengan perjanjian perdagangan bebas (WTO)," ujarnya.
Nonot juga menyindir cara bisnis RIM yang lihai memanfaatkan jaringan bandwidth operator telekomunikasi Indonesia. Padahal, seharusnya RIM yang buat bandwidth atau paling tidak RIM menyewa bandwidth.
"Yang ada RIM malah minta saluran bandwidth khusus dari operator, kalau begini ini malah terbalik, ini kesannya yang butuh rakyat Indonesia, padahal RIM itu yang butuh pasar Indonesia," ujarnya.
Karena cara bisnis yang lihai inilah, banyak negara maju menolak RIM di negaranya. "Seperti Jepang menolak RIM ya karena begini, India juga mulai menolak, Arab sudah," ujarnya.
"Untuk itu yang penting adalah kita mengerti dulu kenapa server itu penting daripada pabriknya," ujarnya.