Kebutuhan Big Data Meningkat, Telkom Buru 200 Ilmuwan Data

Big Data Obama
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Kebutuhan data yang semakin besar dari waktu ke waktu ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan ilmuwan data (Data Scientist). Padahal, keahlian seseorang mengolah dan menganalisis data dibutuhkan di era big data seperti saat ini.

Carilah Air, Baru Bisa Ketemu Alien

Hal ini disampaikan Executive General Manager Telkom Divisi Digital Service, Arief Musta'in. Menurut Arief, perkembangan teknologi big data bergulir sangat cepat. Ada lonjakan data yang sangat besar dan tidak terstruktur. Di sini keahlian ilmuwan data dibutuhkan.

"Fungsinya sangat penting. Ilmuwan data dituntut untuk menggabungkan berbagai disiplin ilmu (multi-disiplin), seperti statistik, matematika, bisnis, hingga komputer. Mereka harus mengolah data tersebut menjadi rekomendasi yang berguna bagi perusahaan untuk mengambil keputusan," papar Arief, dalam keterangannya, Jumat, 15 April 2016.

Ilmuwan Ciptakan Padi 'Tekbal' Hadapi Pemanasan Global

Big data, menurut Arief, digunakan sebagai bahan pertimbangan yang penting bagi perusahaan untuk mengambil keputusan. Saat ini, perusahaan dihadapkan pada volume data, kecepatan hingga variasi yang sangat kompleks dari data itu sendiri.

"Semakin presisi data yang dimanfaatkan, maka hasilnya akan semakin bagus. Big data mampu mengubah hal yang kompleks menjadi suatu insight untuk pengambilan keputusan. Keputusan tersebut diharapkan bisa lebih akurat, produktif, dan efisien," katanya.

Geger Ilmuwan AS Temukan Kehidupan Pascakematian

Sayangnya, Arief melanjutkan, kebutuhan big data yang tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan ilmuwan data. Jumlah ilmuwan data di Indonesia sangat terbatas, sehingga Telkom merasa perlu untuk mengejar ketertinggalan itu.

"Kami punya program Data Science Indonesia Bootcamp yang berlangsung mulai awal April 2016 hingga Oktober 2016. Kami harap dengan program ini bisa direkrut sekitar 200 ilmuwan data yang baru untuk memperkuat produk big data kami," ujar Arief.

Telkom memiliki dua produk big data, yakni Geographic Information System (GIS) hingga Sosial Media Analytic. Dengan solusi GIS, misalnya, sebuah perusahaan makanan yang akan membuka gerai baru dapat melihat potensi dan nilai ekonomi suatu wilayah.

"Kami punya big data untuk internal, bertujuan mengelola perusahaan agar semakin efektif dan efisien. Sedangkan big data eksternal untuk korporasi maupun pemerintah,” tuturnya.

“Saat ini, kami hanya bisa meng-handle 14 project untuk big data. Padahal, permintaannya bisa dua kali lipat, datang dari perusahaan lokal maupun internasional. Itulah mengapa kami butuh ratusan ilmuwan data," papar Arief.

Data Science Indonesia Bootcamp terbuka untuk lulusan baru sampai profesional dari berbagai industri, baik banking, ritel, e-commerce, FMCG, pemerintah, bahkan startup. Diutamakan mereka yang memiliki latar belakang statistik, ilmu komputer, ekonomi atau bisnis, hingga matematika.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya