Bebas 'Hantu' Malware, Indonesia Perlu Belajar dari Iran

Ilustrasi ransomware/malware.
Sumber :
  • uk.reuters.com

Berbeda dengan yang dilakukan Iran, saat ini di Indonesia belum terlihat adanya aksi nyata dan konkret untuk melakukan pembersihan. Pada tahun 2010, saat kejadian lumpuhnya jaringan komputasi instalasi nuklir Iran, negara kaya minyak itu menduduki posisi pertama negara yang terjangkit. Iran menjadi habitat dari 58 persen penyebaran malware stuxnet.

img_title Malware Hantu GhostContainer Diam-diam Kuasai Server Pemerintah

Sementara Indonesia saat itu berada di peringkat kedua sebagai habitat dari 18 persen penyebaran malware stuxnet di seluruh dunia. Sejak insiden itu Iran melakukan langkah pembersihan yang konkret, sehingga menurut data dari Lab Kaspersky dalam kurun 8 bulan yaitu November 2013 hingga Juni 2014, Iran sudah tidak ada lagi di jajaran 10 besar negara yang terjangkit penyebaran malware stuxnet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun Indonesia disebutkan masih bertengger di urutan ketiga (9,43 persen) sebagai habitat penyebaran malware stuxnet. Posisi pertama dan kedua diduduki Vietnam (42,45 persen) dan India (11,7 persen). Di bawah Indonesia terdapat Brasil (5,52 persen) dan Aljazair (3,74 persen).

img_title Akses Internet Jadi Fondasi Penting Genjot Ekonomi, MyRepublic Ekspansi Bisnis ke 9 Kota Baru

Stuxnet yang dikenal dengan sebutan "senjata super dunia maya" adalah cacing komputer yang mulai diketahui keberadaannya pada bulan Juli 2010. Perangkat perusak ini memiliki sasaran piranti lunak Siemens dan perangkat yang berjalan dalam sistem operasi Microsoft Windows.

Sedangkan malware adalah singkatan dari malicous software yang bisa diartikan sebagai perangkat mencurigakan. Dijelaskan, malware diciptakan dengan maksud tertentu oleh pembuat untuk memanfaatkan kelemahan dari sebuah perangkat (software, hardware) untuk merusak sebuah perangkat atau sistem yang disusupinya.

img_title Ribuan UMKM di Indonesia Dijebak Malware Berkedok Zoom dan ChatGPT

(ren)

Malware.

Waspada! Game Horor Ini Ditemukan Malware Pencuri Data Pengguna

Game horor gratis di Steam dihapus Valve setelah ditemukan malware pencuri data. Simak kronologi, dampak, dan risiko keamanan bagi pemain yang sempat mengunduhnya.

img_title
VIVA.co.id
17 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut