Bukti Otak Pertajam Memori Saat Tidur
- Pixabay/ Geralt
Selanjutnya, peneliti merekayasa tikus tanpa protein yang disebut Homer1A, zat kimia yang dikenal memicu penghapusan reseptor di sinapsis. Tikur yang direkayasa proteinnya itu tidur dengan tikus tanpa rekayasa.Â
Untuk menguji memori, kelompok tikus itu dijalankan dalam kotak dengan panel lantai listrik. Saat malam, beberapa tikus diberi zat kimia yang mencegah protein Homer1A masuk membran kecil.
Â
Keesokan harinya, tikus kembali dimasukkan ke kotak yang sama. Semua tikus kemudian bingung. Kemudian ditempatkan di kotak yang berbeda, tikus degan sinapsis yang berkurang malah berani keluar kotak. Sementara itu, tikus dengan pencegah Homer1A malah kebingungan lagi.Â
Dari percobaan itu, peneliti menyimpulkan tikus bingung dengan kesamaan kotak. Tikus yang sebelumnya memiliki memori tajam sehari sebelumnya, malah pada hari berikutnya susah untuk mengingat.Â
Dari dua penelitian itu, tim ilmuwan meyakini tidur merupakan perilaku yang sangat kompleks, hal itu terkait dengan sejumlah fungsi biologis, kekebalan sampai pencernaan. (asp)