Mahasiswa Undip Mampu Bikin Cabai Awet Enam Bulan

Komoditas cabai merah di pasar
Sumber :
  • VIVa.co.id/Shintaloka Sicca

VIVA.co.id – Sejak musim penghujan, masyarakat dibuat resah dengan harga cabai yang melambung tinggi. Kini keresahan itu tengah coba diatasi lewat hasil karya sekelompok mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yaitu alat pengawet cabai.

img_title Insinyur Toyota Menangis Lihat Avanza Dipakai Begini

Teknologi itu diklaim bisa mengawetkan cabai, dan juga beras, selama berbulan-bulan, bahkan hingga tahunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami membuat suatu alat, yang kemudian alat ini bisa mempertahankan beras empat tahun dan cabai selama enam bulan," ujar Rektor Undip, Yos Johan Utama, saat konferensi pers Forum Inovasi Industri di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Senin 20 Maret 2017.

img_title Alasan di Balik Tingginya Harga Cabai

Yos menyebut, alat untuk mengawetkan cabai dan beras ini memiliki bentuk kotak yang tidak terlalu besar. Pengawetannya sendiri berbasis nanoteknologi.

Untuk penggunaan mengawetkan beras, alat tersebut sudah dipakai oleh beberapa bulog, menyusul wilayah lainnya. Sementara untuk pengawetan cabai, masih diuji coba dalam skala laboratorium.

img_title Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini Tembus Rp114 Ribu, Pedasnya Sampai ke Kantong!

Riset inovasi alat pengawet cabai dan beras oleh mahasiswa Undip ini sebagai salah satu penerima dana inovasi industri dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dana yang digelontorkan Kemenristekti mencapai Rp 171 miliar untuk 66 judul proposal bagi Perguruan Tinggi, lembaga Litbang, dan industri. Dana bisa digunakan untuk penyempurnaan prototipe, ijin edar, sertifikasi dan lainnya. (ren)

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir

Kemendagri Siapkan Tim Pantau Kenaikan Harga Cabai

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyiapkan tim untuk memantau perkembangan harga cabai di daerah sekaligus mengevaluasi penanganan kenaikan harga komoditas tersebut.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut