Smart Glukokids, Alat Deteksi Diabetes Buatan Mahasiswa USU
- REUTERS/Beawiharta
Dielektrik bukan seperti alat pendeteksi kadar glukosa dalam darah, di mana menggunakan strip lalu dibuang. Dielektrik bisa digunakan seterusnya, cukup celupkan pada sampel, setelah itu dicuci, alat bisa dipakai kembali.
"Alat mendeteksi kadar glukosa dalam darah, tentunya menghasilkan limbah, jarum steril, Â strip dan itu memerlukan safety tinggi," tambah Nurul.
Maka dari itu, mereka berharap penemuan ini bisa menjadi alternatif untuk pencegahan dan pendeteksian dini penyakit diabetes. Smart Glukokids juga bisa mendukung dunia kesehatan di Indonesia.
USU merupakan salah satu dari lima Universitas yang didanai Tonato Foundation. Inovasi Nurul dan Yosatria pun terpilih untuk didanai.
"Dalam setahun kita berikan Rp150 juta per Universitas," kata Ketua Pengurus Tonato Foundation, Sihol Aritonang.
Penelitian mahasiswa yang layak untuk didanai dipilih oleh Universitas terkait, setelah para mahasiswa mengajukan proposal mereka.