Smart Glukokids, Alat Deteksi Diabetes Buatan Mahasiswa USU

Cek Diabetes di Klinik Diabetes Care di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

Dielektrik bukan seperti alat pendeteksi kadar glukosa dalam darah, di mana menggunakan strip lalu dibuang. Dielektrik bisa digunakan seterusnya, cukup celupkan pada sampel, setelah itu dicuci, alat bisa dipakai kembali.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

"Alat mendeteksi kadar glukosa dalam darah, tentunya menghasilkan limbah, jarum steril,  strip dan itu memerlukan safety tinggi," tambah Nurul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, mereka berharap penemuan ini bisa menjadi alternatif untuk pencegahan dan pendeteksian dini penyakit diabetes. Smart Glukokids juga bisa mendukung dunia kesehatan di Indonesia.

img_title Penderita Diabetes Tak Harus Berhenti Makan Karbohidrat, Ini 7 Pilihan yang Lebih Ramah Gula Darah

USU merupakan salah satu dari lima Universitas yang didanai Tonato Foundation. Inovasi Nurul dan Yosatria pun terpilih untuk didanai.

"Dalam setahun kita berikan Rp150 juta per Universitas," kata Ketua Pengurus Tonato Foundation, Sihol Aritonang.

img_title Sering Dianggap Musuh Gula Darah, Benarkah Nasi Harus Dihindari Penderita Diabetes?

Penelitian mahasiswa yang layak untuk didanai dipilih oleh Universitas terkait, setelah para mahasiswa mengajukan proposal mereka.

Ilustrasi diabetes/cek gula darah.

Jangan Hanya Tahu Angkanya, Gula Darah Juga Perlu Dikendalikan

Mengetahui kadar gula darah penting bagi penyandang diabetes. Namun, pengelolaan gula darah sebenarnya tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa angkanya pada satu waktu

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut