Penjelasan Ilmiah Soal Bos yang Kerap Emosi

Peresmian Sinergi Terapan Neurosains Indonesia (Sintesa)
Sumber :
  • Viva.co.id/Amal Nur Ngazis

"Saat leader marah, itu masuk ke dalam otak perasaan. Bawahan itu nantinya otak cortex dan limbiknya terkunci. Jadi nge-hang, atau ter-hjack, Maka itu menjadi kaku beku, padahal otak manusia itu berpikir kreatif dan akhirnya untuk analitik tidak bisa," ujarnya. 

img_title Satu Sel Syaraf Manusia Bisa Bikin Satu Unit Komputer

Mengingat fungsi otak itu, Lyra menyarankan agar pemimpin harus memahami prinsip otak tersebut. Agar otak cortex berjalan optimal maka pemimpin sebaiknya mengedepankan rileks untuk memicu dan mendorong bawahan berpikir kreatif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bayangkan di Indonesia, berapa banyak leader yang menggunakan gaya direktif lalu marah-marah. Dia pikir cuma ada satu cara (memimpin dengan marah-marah) saja," kata dia. 

img_title Neurosains Bisa 'Membaca' Pikiran Orang Niat Bunuh Diri

Lyra menjelaskan, jika pemimpin paham dengan edukasi berprinsip neurosains, maka sosok pemimpin akan mampu mengelola emosinya sendiri sehingga efektif dalam memimpin orang. (ren)

Ilustrasi perselingkuhan.

4 Alasan Berselingkuh Menurut Neurosains

Seseorang selingkuh akibat kondisi kesehatan otaknya, bukan semata meninggalkan istri demi wanita lebih cantik. Ini 4 alasan seseorang berselingkuh menurut neurosains.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut