Langkah untuk Cegah Serangan Virus Ransomware
- www.pixabay.com/Pixies
Sebab, ransomware sebagian besar akan menunjuk ke suatu tautan yang kemudian meminta untuk mengunduh software.
Teknik lain yang dilakukan adalah dengan menyisipkan ransomware ke dalam file-file dokumen. Selalu periksa software-software dan dokumen-dokumen yang diunduh, pastikan pengirim merupakan pengirim yang benar-benar dikenal.
“Sebagian besar ransomware yang disisipkan ke dalam file dokumen, membutuhkan macro untuk mengeksekusi atau mengaktifkan ransomware," katanya.
Secara default, Pratama mengatakan, Microsoft sebenarnya me-nonaktifkan macros, namun demikian, banyak sekali pengguna yang tertipu mengaktifkan macros karena social engineering (perekayaan sosial) dari pembuat ransomware.
Langkah untuk tim IT
Untuk admin IT di tiap instansi, menurutnya, harus segera meng-update seluruh komputer ataupun server yang berada di jaringan. Lalu memindai celah keamanan terhadap komputer-komputer jaringan.
"Jika ditemukan komputer yang mempunyai kelemahan segera lakukan mitigasi dengan memutuskan koneksi dari komputer tersebut, dan sambungkan lagi setelah dilakukan patching atau update," kata pria asal Blora itu.
Menurutnya, penting juga komputer yang terkena ransomware agar dipisahkan dari jaringan, agar tidak menyebar.
Pratama juga menjelaskan, management privilege harus dilakukan secara hati-hati. Jangan berikan akses administrator sistem kepada user jika memang tidak benar-benar diperlukan. Hal ini dikarenakan sebagian besar ransomware membutuhkan privilege admin untuk mengeksekusi serangan. Â
"Tak kalah penting gunakan mail security, agar email-email yang masuk ke user dapat dilakukan spam filtering dan antivirus checking. Akan lebih ideal jika diintegrasikan dengan IPS, firewall, dan peralatan security lainnya," tuturnya.
Sebagian besar malware, baik itu ransomware atau trojan memanfaatkan TOR sebagai command and control (C&C), lakukan blocking traffic yang berasal atau menuju ke IP yang digunakan oleh TOR.
Munculnya serangan virus pemalak ini, menurutnya, makin membuka kerentanan keamanan siber Indonesia. Insiden ini juga membuat keberadaan badan siber nasional dirasa makin penting untuk segera diwujudkan.