Jusuf Kalla Minta Jangan Terus Berselisih soal Teknologi

Pembukaan Harteknas ke-22 di Makassar, Sulawesi Selatan
Sumber :
  • Twitter/@kemristekdikti

VIVA.co.id – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membuka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau Hakteknas ke-22 yang dilaksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

img_title Hakteknas 2018 Usung Visi Pangan Era Revolusi Industri 4.0

Dalam pembukaan yang dilaksanakan di Center Point of Indonesia, Makassar, JK menekan sirine tanda dibukanya acara bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Ada juga Presiden ke-3 RI yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Wapres membuka Hakteknas sekaligus menghadiri Ritech (Research, Innovation, and Technology) Expo yang dilaksanakan di Makassar," ujar Asisten Deputi Komunikasi dan Informasi Publik Sekretariat Wakil Presiden RI, Rusmin Nuryadin melalui pesan singkat, Kamis 10 Agustus 2017.

img_title Harteknas, Motor Listrik sampai Pesawat Lokal Dipamerkan

Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju dibutuhkan tiga hal yakni semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kedamaian. “Kedamaian sangat penting. Banyak negara kaya sumber daya alam hancur, jika tidak ada kedamaian,” ujar Wapres Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, Wapres menuturkan teknologi sangat penting untuk memberi nilai tambah. Negara-negara maju biasanya menguasai teknologi. “Teknologi memberi nilai tambah. Nilai tambah membawa kemakmuran. Teknologi ada karena adanya riset,” ungkap Wapres.

img_title Pasien Lansia di Bantul Diduga Raba Payudara Perawat saat Tensi Darah, Begini Nasibnya

Teknologi merupakan satu-satunya cara suatu bangsa untuk bertahan dari segala masalah. Wapres Jusuf Kalla mengatakan fungsi lembaga universitas dan penelitian sangat dibutuhkan untuk memajukan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Apa gunanya kita punya banyak universitas dan lembaga penelitian jika terus berselisih soal teknologi. Ayolah para insinyur untuk bangkit demi memajukan bangsa kita," pesan Jusuf Kalla.

Mengutip keterangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Hakteknas ke-22 mengusung tema 'Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan' dengan sub-tema 'Peran Sumber Daya Manusia dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan Hakteknas adalah amanat Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 71 Tahun 2015. Pelaksanaannya dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembangkan serta memberi apresiasi yang tinggi atas prestasi-prestasi yang dicapai di bidang teknologi di Indonesia.

Peringatan Hakteknas ke-22 rencananya akan dihadiri sekitar 5.000 orang, terdiri atas sejumlah menteri Kabinet Kerja, kepala lembaga-lembaga negara non-kementerian, gubernur seluruh Indonesia, bupati, dan wali kota se-Sulawesi Selatan, rektor universitas negeri dan swasta, perwakilan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) se-Indonesia, perwakilan BUMN/BUMD, para penemu dan inovator, serta petani dan nelayan di Sulawesi Selatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut