Pesawat Adik Gatotkaca Sukses Lepas Landas
- VIVA.co.id/Adi Suparman
Menurut Asisten Khusus Pengembangan Pesawat PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana, ketahanan pesawat dipastikan layak dari segala perangkat dan kualitas lainnya. Namun semua harus diuji untuk pembuktian kelaikan.
![]()
FOTO: Uji terbang perdana pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia, N-219, di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, pukul 09.13 WIB, Rabu, 16 Agustus 2017. (VIVA.co.id/Adi Suparman)
Dalam uji terbang itu, PT Dirgantara memprioritaskan agar layak bersertifikasi standarisasi 300 jam terbang. "Nanti pesawat harus mendapat tipe sertifikat, untuk itu harus melakukan 300 jam terbang," katanya.
N-219 adalah pesawat multifungsi bermesin dua yang dirancang PT Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat itu terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo.
Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 itu dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan pesawat bisa dipakai mengangkut penumpang dan kargo.
N219 dirancang untuk melayani bandara-bandara terpencil di Indonesia yang berlandas pacu pendek dan belum beraspal dengan kondisi geografis berbukit-bukit.