Ketika Sampah Jadi Barang Berguna

Ilustrasi tempat pembuangan sampah.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA – Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memobilisasi para ilmuwan untuk menciptakan inovasi yang mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.

img_title P&G Indonesia Dukung HPSN 2024: Wujudkan Bebas Sampah Plastik dengan Inovasi dan Kolaborasi!

Langkah ini diharapkan menghasilkan ide-ide kreatif, khususnya bagi kaum muda di Indonesia. Salah satunya mengelola limbah lingkungan seperti sampah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah organisasi lokal di Nusa Tenggara Barat berhasil membangun proyek bernama Bank Sampah Bintang Sejahtera pada Juli 2010.

img_title Siasati Bau, Gunungan Sampah di TPA Depok Dikasih Selimut

Fokus utama mereka adalah mencari solusi untuk masalah sampah, pengembangan kewiraswastaan lokal, pemberdayaan masyarakat dan dukungan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengelola sampah dan lingkungan.

Proyek ini adalah program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pendiri Bank Sampah Bintang Sejahtera, Syawaludin mengatakan, manajemen pengelolaan menggunakan konsep 4R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang) dan replant (menanam kembali).

img_title Pembangkit Listrik Sampah di Sunter Diprediksi Selesai 2 Tahun

Menurutnya, organisasi ini aktif mengenalkan konsep dan sistem bank sampah (penghematan sampah) kepada masyarakat, perorangan, sekolah, pihak swasta/perusahaan maupun instansi pemerintah.

"Saat ini ada 55 unit Bank Sampah. Kami terus mendorong dan mendukung pihak lain untuk memulai Unit Sampah Bank mereka sendiri," kata Syawaludin dalam keterangannya, Kamis 2 November 2017.

Ia melanjutkan, organisasi ini juga memberi pelatihan intensif tentang bagaimana mengolah sampah organik dan anorganik, melakukan lokakarya inkubasi bisnis serta pelatihan.

Untuk membiayai program pendidikan, Syawaludin mengaku membeli limbah anorganik dari masyarakat, masyarakat, unit Bank Sampah, perusahaan, institusi, restoran, hotel, dan lain-lain.

Kemudian, memproses limbah anorganik jenis tertentu melalui enam langkah, yakni penyortiran-penghancuran/pengeringan, kemudian pengemasan dan pengiriman, ke pembeli di Bali dan Surabaya.

"Kami juga mengubah sampah anorganik lainnya menjadi kerajinan tangan seperti tas belanja, kantung, dompet, kotak tisu, dan lain-lain. Bintang Sejahtera juga mengolah sampah organik menjadi pupuk dan gas dan akhirnya menjadi listrik," ungkapnya.

Oleh karena itu, Syawaludin mendapat penghargaan oleh United Nation Social Development Solution Network (UNSDSN) bekerja sama dengan Yayasan Upaya Damai Indonesia (United in Diversity/UID).

Manager for SDSN, Elena Crete, mengaku sangat terkesan dengan proyek-proyek yang digagas masyarakat lokal seperti Bank Sampah Bintang Sejahtera ini.

"Sangat menyenangkan melihat bagaimana sistem pengelolaan limbah bisa bekerja sama dengan pelaku dan komunitas lokal. Kami mendukung tujuan global melalui tindakan lokal demi kepentingan bersama," kata Elena.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Bank Sampah Bintang Sejahtera, juga ada dua proyek yang memenuhi kriteria penghargaan, yaitu pemberdayaan petani 

Coklat yang dikelola Krakakoa Chocolates, serta pemberdayaan wanita dalam penggunaan lampu bertenaga matahari (Mothers of Light). (ren)

Proses pembersihan tumpukan sampah di anak kali cisadane, tangerang

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Genjot Solusi Atasi Krisis Sampah Plastik

Indonesia masih menghadapi krisis sampah plastik. Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pemerintah dorong inovasi bioplastik dan pembentukan satgas nasional.

img_title
VIVA.co.id
4 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut