Menkominfo Ungkap Sering Gagalnya Registrasi Kartu SIM

Ilustrasi kartu SIM operator telekomunikasi.
Sumber :
  • wisegeek.com

VIVA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan kebijakan registrasi kartu SIM prabayar hingga 28 Februari 2018.

img_title Gelombang PHK Startup Unicorn dan Decacorn, Ini Nasihat Eks Menkominfo

Namun, kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017 ini masih banyak kendala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya sering gagal proses registrasi. Menkominfo Rudiantara mengatakan ada beberapa alasan mengapa masyarakat sering gagal dalam proses registrasi kartu SIM.

img_title Merdeka dari Kominfo, Rudiantara: Ada yang Suka dan Kurang Suka

"Masyarakat salah memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK). Yang gagal itu umumnya NIK itu 16 digit, KK 16 digit totalnya 32 digit. Ini memang tidak gampang. Kebanyakan masalahnya di situ," kata dia di Jakarta, Selasa 7 November 2017.

Selain itu, lanjut Rudiantara, gagalnya registrasi juga bisa disebabkan pada jaringan pada saat registrasi yang tidak stabil. "Ada juga pada saat submit jaringannya tidak pas atau apa. Tapi kebanyakan masalah angka," tutur dia.

img_title Rudiantara Pakai Baju Putih, Dipanggil Jokowi ke Istana?

Perihal permasalahan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang belum terdaftar NIK KTP dan KK seseorang, Rudiantara mengaku jika sistem di Disdukcapil sudah baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau pun ada permasalahan gagalnya registrasi terkait dengan NIK KTP dan KK, ia menduga mungkin saja nomor NIK KTP dan KK yang dimasukkan ternyata milik masyarakat lainnya.

"Disdukcapil sistemnya oke. Satu detik bisa 100 pararel. Mungkin juga terjadi kita pakai NIK-nya dan juga ada ternyata NIK orang lain dan KTP-el tidak ada, ya, di-reject," tutur Rudiantara.

Najwa Shihab.

Backup Pusat Data Nasional Hanya 2%, Najwa Shihab: Sejak Kapan Kita Dianggap Penting?

Najwa Shihab geram mengetahui backup Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) hanya mencapai 2%. Pada tanggal 27 Juni 2024, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa S

img_title
VIVA.co.id
29 Juni 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut