Astronom Asing Antre Riset di Observatorium Kupang

Ilustrasi observatorium
Sumber :
  • www.pixabay.com/Free-Photos/9122 images

VIVA – Pada 2020, Indonesia akan memiliki observatorium terbesar se-Asia Tenggara. Observatorium nasional atau Obnas itu akan dibangun di Kawasan pegunungan Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

img_title Sebentar Lagi Indonesia Alami Fenomena Ekuiluks

Obnas itu akan dibangun pada lahan lebih dari 30 hektare. Pada Obnas itu dilengkapi dengan teleskop optik dengan diameter 3,8 meter, yang akan menjadi teleskop terbesar di Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Pusat Sains Antariksa, Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), Clara Yono Yatini mengatakan, meski pembangunan masih tahap awal, sudah banyak negara-negara lain yang ingin 'mencicipi' canggihnya Obnas Kupang ini.

img_title Puncak Hujan Meteor Quadrantid Terjadi Sebelum Subuh

Clara mengatakan, beberapa negara yang menunjukkan keinginannya untuk meneliti di Obnas Kupang, seperti Liverpool University, Inggris, Rusia, dan Jepang.

"Mereka menyambut baik akan dibangun Obnas ini, mereka menunjukkan minat (untuk meneliti), rancangan kerja sama belum, tapi pembicaraan sudah ada," ujar Clara ditemui di di Gedung LAPAN, Pasar Rebo, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.

img_title Penampakan Gerhana Bulan Sebagian di Indonesia

Obnas di Kupang dibangun atas kerja sama LAPAN dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemkab Kupang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain sebagai pusat penelitian, Obnas juga akan difungsikan sebagai kawasan wisata, akan dibuat Taman Nasional Langit Gelap, serta Pusat Sains untuk edukasi.

Alasan kawasan pegunungan Timau dipilih karena musim keringnya paling panjang dibanding wilayah lain. Dengan kondisi itu, bisa untuk pengamatan astronomi, jauh dari perkotaan sehingga polusi cahaya sangat minim. (ase)

Sinar Matahari.

Indonesia Mengalami Ekuiluks, Wilayah Ini yang Pertama Merasakan

Indonesia memasuki fenomena ekuiluks mulai Selasa hari ini, 25 Januari 2022. Ekuiluks adalah fenomena astronomis ketika panjang siang sama dengan panjang malam.

img_title
VIVA.co.id
25 Januari 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut