Dalam 7 Tahun, 7 Ransomware Mengguncang Dunia

Ilustrasi virus komputer.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Malware ini menggunakan file terenkripsi dalam daftar putih sebagai ekstesi file khusus, serta mengancam korban akan menghapus kunci pribadi jika tidak melakukan pembayaran melalui Bitcoin atau voucher prabayar dalam waktu tiga hari sejak terinfeksi.

img_title Kejari Jakpus Usut Dugaan Korupsi PDNS Berakibat Serangan Ransomware 2024

Serangan CryptoLocker akhirnya bisa diredakan melalui pengembangan Gameover ZeuS sebagai bagian dari Operasi Tovar yang dikumandangkan Kementerian Kehakiman AS pada 2 Juni 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. CryptoWall

img_title Tak Usah Panik Kehilangan Data akibat Serangan Siber

Trojan yang menyerang sistem operasi Windows ini pertama kali muncul pada 2014. Satu dari jaringannya beredar sebagai bagian dari kampanye malvertising pada Zedo ad-network di akhir September 2014 yang menargetkan situs-situs besar.

Iklan ini akan membawa pengguna ke situs palsu yang menggunakan plug-in browser untuk mengunduh aplikasi ini. Peneliti dari Barracuda Networks mencatat virus ini memakai tanda tangan digital untuk mendorong munculnya trustworthy pada software keamanan.

img_title Jika Ketegangan Tidak Mereda, Serangan Akan Meningkat

Selama proses enkripsi, malware ini juga menghapus salinan bayangan volume, dan memasang spyware untuk mencuri password dan dompet Bitcoin.

Bitcoin.

4. Fusob

Fusob adalah satu dari keluarga ransomware mobile terbesar. Muncul antara April 2015 dan Maret 2016 serta berhasil menjangkiti 40 persen perusahaan dan situs besar yang berasal dari Jerman, disusul Inggris dan Amerika Serikat masing-masing 14,5 persen dan 11,4 persen.

Virus ini meminta bayaran dengan cara menakut-nakuti, dan berpura-pura sebagai otoritas dengan cara menuduh. Tak hanya itu, Fusob meminta pembayaran denda antara Rp1,3 miliar hingga Rp2,6 miliar atau menghadapi 'tuduhan yang serius'.

Yang cukup mengejutkan, Fusob meminta pembayaran melalui iTunes gift cards sebagai pembayaran. Di saat bersamaan, sebuah timer terus menghitung mundur untuk membuat pengguna gelisah.

5. WannaCry

Malware ini sempat mengguncang dunia dengan kemunculannya pada pertengahan Mei 2017. Dikatakan demikian karena mampu menginveksi 400 ribu komputer di 150 negara, termasuk Indonesia, dalam waktu singkat.

Wannacry menuai kekhawatiran di masyarakat. Ransomware yang menyebar melalui jaringan internet ini antara lain membuat data pengguna komputer tidak bisa lagi diakses.

Fitur Ransomware Bad Rabbit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

6. Petya

Sebuah ransomware bernama Petya melanjutkan 'pekerjaan' WannaCry. Malware ini muncul 28 Juni 2017. Cara bekerjanya pun mirip dengan WannaCry, yakni mengunci data-data pribadi yang ada di dalam komputer. Pemilik data nantinya diminta membayar tebusan untuk bisa mengakses data itu kembali.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut