Hacker Pembobol Yahoo Suruhan Intelijen Rusia Ngaku Bersalah

Hacker Yahoo Karim Baratov.
Sumber :
  • Dok. Yahoo

VIVA – Seorang warga negara Kanada keturunan Kazakhstan bernama Karim Baratov (22) mengaku bersalah telah meretas perusahaan digital
raksasa Yahoo dan mencuri 500 juta akun pengguna Yahoo pada 2014.

img_title Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Mengutip situs Reuters, Rabu, 29 November 2017, Baratov dituduh oleh Amerika Serikat membantu Badan Intelijen Rusia, FSB, dan membantu tiga agen mereka untuk membobol akun pengguna perusahaan yang berkantor pusat di California, AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baratov satu-satunya peretas (hacker) yang ditangkap dalam kasus Yahoo, karena tiga orang tersangka lain dalam kasus tersebut tinggal di Rusia, dan ketiganya tak bisa diekstradisi ke AS.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Ketiga orang tersebut adalah Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin (keduanya anggota FSB) dan hacker Rusia bernama Alexsey Belan.

Baratov dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal di San Francisco, AS, pada Selasa, 5 Desember 2017 untuk mendengar penjelasan terdakwa. Sementara itu, Andrew Mancilla, pengacara Baratov, menolak untuk berkomentar.

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

Baratov didakwa dengan tuduhan konspirasi dan melanggar Computer Fraud and Abuse Act, dan delapan pasal lain soal pencurian identitas. Ia didakwa meretas akun webmail milik orang-orang yang dicari oleh FSB.

Selain meretas, Baratov juga memberikan password akun-akun tersebut ke Dokuchaev dengan bayaran sejumlah uang.

Dokuchaev diduga menggunakan jasa Baratov saat mereka membutuhkan akses ke akun Google dan Yandex milik orang tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengakuannya, Baratov mengaku memasang iklan untuk layanannya di situs berbahasa Rusia.

Dalam aksinya ia mendapat akses akun korbannya menggunakan metode spearphishing, alias mengirimkan email palsu yang dibuat seolah-olah dikirimkan oleh penyedia layanan email Yahoo.

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut