Memburu Alien di Objek Berbentuk Rokok di Antariksa
- www.news.sky.com
Objek luar Tata Surya ini melewati titik terdekat Matahari pada 9 September dan kemudian makin mendekat Bumi dengan jarak 24 juta kilometer pada 14 Oktober 2017. Jarak Oumuamua dengan Bumi itu sekitar 60 kali jarak Bumi ke Bulan. Objek antarbintang ini masuk ke Tata Surya dengan kecepatan 158.360 kilometer per jam.
Saat awal dideteksi, Oumuamua pertama kali diklasifikasikan sebagai komet. Namun dalam penelitian seksama, Oumuamua tidak memiliki awan gas dan debu yang umum ada pada komet, maka astronom beralih mengidentifikasi Oumuamua sebagai asteroid.
Selanjutnya analisis lintasan Oumuamua menunjukkan objek ini datang ke Tata Surya dengan jalur hiperbolik. Bukti ini membuat astronom meyakini Oumuamua datang dari luar Tata Surya.
Diteliti lebih dalam, Oumuamua ternyata tidak memiliki pertemuan gravitasi dengan planet-planet lain di Tata Surya. Bukti tersebut membuat astronom yakin banget Oumuamua merupakan objek dari ruang antarbintang.Â
Soal komposisi Oumuamua, pada bulan lalu Direktur Minor Planet Center, Matthew Holman meyakini objek tersebut cenderung berkomposisi es dibanding batu. Alasannya objek yang datang dari area terluar Tata Surya cenderung berkomposisi es.Â
Ilmuwan punya target ganda pada Oumuamua. Jika mereka tak menemukan bukti Oumuamua merupakan teknologi canggih luar bumi. paling tidak misi ini bisa mendapatkan informasi gas yang mengelilingi maupun adanya air atau tidak pada objek itu.