#2019GantiPresiden Kalahkan #Jokowi2Periode

Perang hashtag #2019GantiPresiden vs #Jokowi2Periode
Sumber :
  • Dokumen Drone Emprit

VIVA – Belakangan ini sedang menjadi tren di dunia maya, khususnya d Twitter hashtag #2019GantiPresiden. Hashtag ini digagas oleh politikus PKS, Mardani Ali Sera. Tagar diposisikan sebagai antitesis dari hashtag #Jokowi2Periode yang sudah muncul sebelum hashtag #2019GantiPresiden. 

img_title Jokowi Dapat Pedang Naga Liman, Senjata Tradisional Kesultanan Cirebon dari Gus Ujang

Berdasarkan data Drone Emprit, peranti lunak analisis percakapan di media online dan media sosial besutan Ismail Fahmi, muncul beberapa fakta dalam perang dua hashtag tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam postingannya di akun Facebook, Ismail menuliskan, Drone Emprit menganalisis data sejak 1 April sampai 10 April. Selama periode tersebut, piranti lunak tersebut mendapatkan, ada 110 ribu mention tentang hashtag #2019GantiPresiden dan hanya 18 ribu mention untuk #Jokowi2Periode. 

img_title Jokowi Bakal Bertemu Pengasuh Yayasan Al-Bhustomi Padepokan Anti Galau, KH Muhammad Ujang Busthomi Hari Ini

Berikut fakta-fakta analisis dari Drone Emprit:

1. Hashtag #2019GantiPresiden makin populer berkat Jokowi

img_title Tunggu Surat Presiden, Bahlil Bakal Bentuk Tim untuk Kaji RUU Migas

Pengukuran Drone Emprit menunjukkan, justru Jokowi merupakan top promotor hashtag tersebut. Gara-garanya adalah komentar Jokowi pada 1 April 2018. Dalam sebuah pidato, Jokowi menyindir gerakan #2019GantiPresiden, yang membagikan kaos, gelang dengan hashtag tersebut. 

Jokowi menyangsikan kaos bisa mengganti presiden. "Masa kaos bisa ganti presiden?". 

Dari grafik tren, Ismail menunjukkan, komentar Jokowi atas #2019GantiPresiden yang diberitakan media itu memicu naiknya hashtag tersebut. Ismail menuliskan, dari tren volume percakapan, sehari setelah komentar Jokowi itu, total mention harian hashtag #2019GantiPresiden melonjak signifikan, yakni 300 persen. 

"Sebelumnya maksimal 7 ribu per hari, menjadi 37 ribu pada tanggal 8 April," tulis Ismail.

Pada hari berikutnya, hashtag tersebut mencapai puncak popularitasnya. 

2. #Jokowi2Periode merosot

Dalam pemantauan Drone Emprit selama periode tersebut, volume percakapan #Jokowi2Periode kalah dibanding hashtag #2019GantiPresiden. Sementara hashtag lainnya, #T3tapJokowi yang sudah muncul sebelumnya, juga sepi dari percakapan di Twitter. 

Soal menurunnya hashtag #Jokowi2Periode tersebut, Ismail mengatakan, hashtag tersebut kemungkinan belum digenjot para pendukungnya. Sebab dia mengatakan, tumben promotor yang biasanya muncul dalam kluster pro pemerintah dan mendukung hashtag Jokowi itu, tidak muncul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dibandingkan dengan volume percakapan untuk #2019GantiPresiden, bedanya jauh sekali," kata dia. 

Trafik hashtag #Jokowi2Periode ini, Ismail menduga, promotor yang pro dan mendukung hashtag tentang Jokowi, kemungkinan sedang menyiapkan narasi lain, untuk mendongkrak hashtag tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut