Jawaban Kominfo Tak Ajak Google di Tim Blokir Konten Porno

Logo Google tampak di Zurich, Swiss.
Logo Google tampak di Zurich, Swiss.
Sumber :
  • REUTERS/Arnd Wiegmann

VIVA – Dalam pemblokiran konten porno di mesin pencari atau search engine, Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak mengajak perusahaan mesin pencari terkemuka Google.

"Enggak dong. Ini bukan di Google tapi di operator. Kita blokir di ISP-nya," kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Jumat 3 Agustus 2018.

Ia juga mengaku bahwa tidak ada komunikasi sama sekali dengan Google soal penghapusan konten porno. Menurut Semuel, cara kerja pemblokiran adalah jika yang dituju adalah website, maka Kominfo akan meminta ke sejumlah operator.

Sedangkan, apabila yang diblokir menyangkut media sosial tinggal minta ke platform yang bersangkutan. Inilah, kata dia, mengapa sejumlah layanan penyedia internet (ISP) dan APJII diikutsertakan dalam pertemuan membahas penghapusan konten pornografi di mesin pencari.

"Operator tidak lagi fokus pada kata kunci eksplisit pornografi. Tapi langsung blokir semua gambar-gambar porno," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, kata kunci soal pornografi sudah berkembang dan tidak lagi eksplisit. "Kucing-kucingaan terus sama yang suka posting pornografi," ujarnya menambahkan.

Ia menegaskan, bahwa pada Selasa, 7 Agustus mendatang diharapkan konten pornografi tidak lagi ada di semua mesin pencari. Ke depannya, ia mengaku tidak menutup kemungkinan bahwa Google akan kena blokir, sehingga mesin pencari bebas pornografi. (mus)