Selain WhatsApp, Perusahaan Israel Mampu Jebol Apple dan Microsoft

Ilustrasi pengguna WhatsApp.
Ilustrasi pengguna WhatsApp.
Sumber :
  • Instagram/@maurovianzedc7

Menurut laporan dari sebuah dokumen menyebutkan teknologi baru milik NSO Group ini mampu menyalin kunci otentikasi layanan seperti Google Drive, Facebook Messenger dan iCloud.

Hal ini memberikan akses terbuka ke data aplikasi cloud tersebut tanpa 'mendorong verifikasi dua langkah atau email peringatan dari perangkat target'. Setelah perangkat berhasil dibuka tanpa sepengetahuan pengguna, maka Pegasus dengan leluasa mencuri dokumen penting.

Khusus iPhone, Pegasus bisa menyerang perangkat canggih itu dengan cara yang sederhana. Cukup berikan nomor ponsel aktif saja maka dalam hitungan menit, semua isi smartphone langsung 'telanjang'. Mulai dari WhatsApp, iMessage, Gmail, Yahoo, Viber, Facebook, Telegram hingga Skype.

Bukan itu saja. NSO juga bisa mengakses mikrofon dan kamera di iPhone. Ini sebagai peringatan bahwa perangkat lunak atau software peretasan telepon jarak jauh dengan mudah mengakses komunikasi dan data lain dari target.

Apple mengenalkan tombol sign in

Pada kesempatan terpisah, Amazon mengaku jika mereka tidak menemukan bukti sistem keamanannya, termasuk akun pelanggan, telah diretas oleh software. Namun, mereka akan tetap terus menyelidiki dan memantau masalah serius ini.

Facebook hanya bilang sedang meninjau sistem keamanannya. Adapun Microsoft mengatakan teknologinya terus berkembang untuk memberikan perlindungan terbaik kepada pelanggannya dan mendesak pengguna untuk memakai perangkat lunak asli.