Ternyata dalam Password, Pengguna Google Suka Bandel

Ilustrasi lupa password.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Februari lalu, Google meluncurkan Password Checkup extension untuk Chrome yang bertujuan mengamankan akun online pengguna dari peretasan. Pada bulan pertama penerapan ekstensi itu, raksasa teknologi itu sudah memindai 21 juta nama pengguna dan password serta 316 ribu di antaranya ditandai sebagai tidak aman. 

img_title Mau Keyboard Gaming yang Bisa Dipakai Bertahun-tahun? Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya

Dilansir laman Google Security Blog, Jumat 16 Agustus 2019, terdapat tiga fakta soal penggunaan password untuk akun online termasuk pengguna Password Checkup extension. Ternyata Google menemukan. soal keamanan password masih banyak pengguna bandel. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akun paling beresiko

img_title Perkembangan Teknologi Dorong Perawatan Aesthetic dan Anti Aging Semakin Personal

Berdasarkan laporan telemetri anonimus oleh Password Checkup extension, pengguna menggunakan kredensial yang dilanggar maupun tidak aman untuk akun finansial, pemerintah dan email. Risiko ini lebih umum di situs belanja daring, berita dan hiburan. Website belanja, pengguna biasa menyimpan detail kartu kredit di sana. 

Para peretas secara rutin mencoba masuk ke situs di seluruh web yang setiap kredensialnya diekspos oleh kebocoran pihak ketiga. Tim peneliti Google mengingatkan, menggunakan password yang kuat dan password pada seluruh akun, resiko itu menghilang. 

img_title Duel Persija Vs Persib di GBK Berjalan Aman, Polisi Ungkap Kondisi Keamanan Jakarta

Password berbahaya diganti

Penelitian dari raksasa teknologi itu menunjukkan 26 persen pengguna mengganti password yang ditandai tidak aman oleh Password Checkup extension. Sekitar 60 persen password baru juga tercatat aman dari serangan atau butuh serangan seratus juta kali sebelum identifikasi sandi baru.

Peningkatan Password Checkup extension 

Google merilis dua fitur baru dari Password Checkup extension. Pertama mekanisme feedback langsung yang mana pengguna bisa memberitahu perusahaan tersebut jika terjadi masalah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, memberikan pengguna lebih banyak kontrol dari data mereka. Memungkinkan pengguna memilih keluar dari telemetri anonim yang dilaporkan ekstensi. 

Ini termasuk jumlah pencarian tentang kredensial yang tak aman, apakah peringatan mengarah pada perubahaan password dan domain terlibat untuk meningkatkan jangkauan situs. 

Ilustrasi ruang server.

Era Bank Digital, Infrastruktur Internet Tak Bisa Lagi Kaku

Transformasi digital membuat layanan perbankan semakin bergantung pada infrastruktur teknologi yang mampu bekerja sepanjang waktu. Tidak lagi hanya soal kapasitas.

img_title
VIVA.co.id
13 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut