Setelah PB Djarum Jangan Pamit, Warganet Minta #BubarkanKPAI

Kevin Satrio Wibowo, peserta audisi beasiswa PB Djarum
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Pengumuman PB Djarum yang menyatakan bahwa pencarian bakat atlet muda bulutangkis akan ditiadakan pada 2020 mendatang, berbuntut beragam reaksi dari warganet. 

img_title Raih Emas Asian Games 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Kode Minta Rolex ke Prabowo?

Di media sosial Twitter, warganet mencuitkan pesan dengan tagar #PBDjarumJanganPamit sejak Minggu kemarin. Kemudian, pada Senin, 9 September 2019, tagar #BubarkanKPAI pun menduduki jajaran trending topic. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai pihak yang terkait dengan keputusan PB Djarum. Sebelumnya, KPAI menilai bahwa ada unsur eksploitasi anak dalam penyelenggaraan audisi umum dan mendesak PB Djarum menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi.

img_title UNICEF Ungkap 80 Juta Anak Usia Dini Belum Bermain Bersama Orang Tua, Kenapa Ini Penting?

Kekesalan warganet pada KPAI diutarakan di media sosial bersama tagar #BubarkanKPAI.

Sebelumnya, warganet juga meminta PB Djarum untuk membatalkan keputusannya. Melalui tagar #PBDjarumJanganPamit, mereka mengaku masih membutuhkan PB Djarum dalam mencari bakat-bakat petenis muda untuk dilatih menjadi atlet yang mengharumkan nama bangsa.

img_title Klasemen Terbaru Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 usai Raih 22 Medali

"#PBDjarumJanganPamit Anak-anak daerah Indonesia masih butuh audisi. Enggak tahu gimana nasib prestasi badminton ke depannya kalau disetop begini. #savePBDjarum," tulis warganet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, KPAI telah menegaskan bahwa pihaknya tak meminta supaya audisi PB Djarum dihentikan. KPAI hanya mempersoalkan pemakaian logo, warna dan lainnya yang identik dengan Djarum dalam atribut yang dikenakan anak-anak tersebut.

"Kita enggak minta (audisi) berhenti. Yang kita minta dua hal. Memang yang sudah disampaikan sebelumnya terkait dengan kegiatan yang mengandung eksploitasi terselubung dan kedua terkait dengan denormalisasi produk berbahaya zat adiktif," kata Komisioner Bidang Kesehatan KPAI Sitty Hikmawi kepada VIVA, Minggu, 8 September 2019.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Ganis Setyaningrum (tengah)

Eks Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Aniaya Siswa, Polda Jatim Cari Korban Lain

Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial MAH terhadap pelajar memasuki babak baru. Polda Jawa Timur ikut memberi atensi.

img_title
VIVA.co.id
26 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut