Setelah PB Djarum Jangan Pamit, Warganet Minta #BubarkanKPAI

Kevin Satrio Wibowo, peserta audisi beasiswa PB Djarum
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Pengumuman PB Djarum yang menyatakan bahwa pencarian bakat atlet muda bulutangkis akan ditiadakan pada 2020 mendatang, berbuntut beragam reaksi dari warganet. 

img_title Bukan di Tungku! Polisi Ungkap Lokasi Sebenarnya Dwi Bagus Bakar Jasad Istri Siri dan Anak di Madiun

Di media sosial Twitter, warganet mencuitkan pesan dengan tagar #PBDjarumJanganPamit sejak Minggu kemarin. Kemudian, pada Senin, 9 September 2019, tagar #BubarkanKPAI pun menduduki jajaran trending topic. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai pihak yang terkait dengan keputusan PB Djarum. Sebelumnya, KPAI menilai bahwa ada unsur eksploitasi anak dalam penyelenggaraan audisi umum dan mendesak PB Djarum menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi.

img_title IQ di Atas Rata-rata, Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Diduga Habiskan 2 Hari untuk Hilangkan Jejak

Kekesalan warganet pada KPAI diutarakan di media sosial bersama tagar #BubarkanKPAI.

Sebelumnya, warganet juga meminta PB Djarum untuk membatalkan keputusannya. Melalui tagar #PBDjarumJanganPamit, mereka mengaku masih membutuhkan PB Djarum dalam mencari bakat-bakat petenis muda untuk dilatih menjadi atlet yang mengharumkan nama bangsa.

img_title Porprov VII Banten 2026 Pecahkan Rekor, 60 Cabor Siap Dipertandingkan

"#PBDjarumJanganPamit Anak-anak daerah Indonesia masih butuh audisi. Enggak tahu gimana nasib prestasi badminton ke depannya kalau disetop begini. #savePBDjarum," tulis warganet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, KPAI telah menegaskan bahwa pihaknya tak meminta supaya audisi PB Djarum dihentikan. KPAI hanya mempersoalkan pemakaian logo, warna dan lainnya yang identik dengan Djarum dalam atribut yang dikenakan anak-anak tersebut.

"Kita enggak minta (audisi) berhenti. Yang kita minta dua hal. Memang yang sudah disampaikan sebelumnya terkait dengan kegiatan yang mengandung eksploitasi terselubung dan kedua terkait dengan denormalisasi produk berbahaya zat adiktif," kata Komisioner Bidang Kesehatan KPAI Sitty Hikmawi kepada VIVA, Minggu, 8 September 2019.

Ilustrasi Pembunuhan

Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Dwi Bagus yang Habisi Istri Siri dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati

Dwi Bagus Martono alias Bagus (40) diduga menyusun skenario untuk menutupi pembunuhan terhadap istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, AGF (4).

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut