Gaya Menteri Nadiem Makarim Bekerja Ala Startup? Ini Kata Bawahannya

Nadiem Makarim
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro

VIVA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki nakhoda baru. Mantan bos Gojek, Nadiem Makarim kini memimpin kementerian tersebut di Kabinet Indonesia Kerja. 

img_title Hasto Ungkap Marhaenisme Relevan untuk Gen Z, Soroti Pendidikan Anak Miskin hingga Subsidi Tepat Sasaran

Apakah Nadiem membawa perubahan di Kemendikbud layaknya mengelola startup? Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi hanya berkomentar pendek. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Lho ini kan masih masa (awal) masih konsolidasi." ujar Didik, di Jakarta, Jumat 11 November 2019. 

img_title 50 Ribu Warga Turun ke Jalan di Wina Austria Protes Pemotongan Anggaran Pendidikan

Soal perubahan cara kerja, dia hanya mengatakan pasti setiap pemimpin memiliki gayanya masing-masing. Soal cara kerja Nadiem apakah seperti startup, Didik hanya menjawab belum tahu. 

Dia mengatakan Kemendikbud sedang mengajak sejumlah pakar untuk mencari masukan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Untuk reformasi kurikulum, Didik mengatakan Kemendikbud sedang menggodoknya. 

img_title Dua Tahun Prabowo-Gibran, IKA BEMNUS Dukung Program Strategis Pemerintahan hingga Dorong Penguatan Ekonomi

"Sejauh mana kita review tentunya kita harus mendapatkan masukan dari pihak luar," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nadiem Makarim dilantik menjadi Mendikbud pada 23 Oktober 2019. Dia menjadi menteri termuda di kabinet periode kedua pemerintahan Jokowi. 

Setelah pelantikan, Nadiem menyatakan alasan terpilihnya menjadi bagian dari kabinet. Menurutnya, Presiden Joko Widodo percaya Nadiem bisa lebih paham soal apa yang akan terjadi di masa depan.

Presiden Prabowo dalam Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat.

Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Prabowo menegaskan pendidikan berkualitas membutuhkan investasi besar, guru hebat, serta pengelolaan sumber daya negara yang bersih dari korupsi dan penyelewengan.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut