Jangan Egois, Transformasi Digital Enggak Bisa Jalan Sendiri

Ilustrasi teknologi digital.
Sumber :
  • Digital Insurance Agenda

VIVA – Era transformasi digital telah membawa berbagai perubahan dan perkembangan di Indonesia. Riset McKinsey menunjukkan Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan revolusi industri 4.0, yakni sebesar 78 persen.

img_title SIG Pabrik Tuban Pakai Bahan Bakar Sekam Padi 400 Ton per Hari, Optimalkan Energi Alternatif Genjot Produksi

Namun, pergerakan transformasi digital juga membutuhkan kolaborasi penuh dari berbagai pihak. Karena, adanya pergeseran model bisnis, dari strategi berbasis kekuatan perusahaan (comparative and competitive advantage) menjadi strategi berbasis cooperative advantage atau co-creation.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menuju ke arah sana, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) jangan cuma bertumpu pada kekuatan perusahaan sendiri. Tapi harus berkolaborasi dalam upaya mengoptimalkan peluang, keuntungan, dan mengurangi risiko dengan cara memadukan strategi co-creation dan mengembangkan inovasi di bisnis model.

img_title Bisa Berbalik Rugikan Pekerja, RUU Ketenagakerjaan Dinilai Tambah Ongkos Ketidakpastian Berusaha

"Fase transformasi digital perusahaan TIK di Indonesia harus bertumpu pada kompetensi utama, yang tentunya juga memiliki keunikan. Ini harus dilakukan sebelum berkembang ke arah layanan berbasis platform," kata Chief Finance and Business Partner Officer PT Telekomunikasi Indonesia International, Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo, Jumat, 24 Januari 2020.

Ia melanjutkan, munculnya kesenjangan di era digital akan mendorong perusahaan melakukan transformasi dengan mengubah logika bisnis modelnya. Oleh karena itu, transformasi adalah sesuatu yang normal bagi semua perusahaan jika ingin berubah dan tidak tertinggal.

img_title Jeli Melihat Peluang Usaha di Era Digitalisasi, Bukan cuma Belajar Teori

"Di sinilah peran pimpinan diuji lewat kemampuan kepemimpinan digital (digital leadership) sehingga menjadi sangat kritikal," jelasnya. Apa yang diungkapkan Leonardus merupakan hasil penelitian disertasi yang berjudul 'Kinerja Transformasional pada Bisnis Digital di Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian ini, Leonardus menambahkan, bertujuan untuk memberi masukan kepada regulator agar mampu meningkatkan peran regulasi dalam menciptakan ekosistem digital di Indonesia. "Saya melakukan penelitian disertasi ini selama hampir 3 tahun sejak bulan April 2017," papar dia.

Selama penelitian, Leonardus mengaku mendapat bantuan hibah Penelitian Pascasarjana, Skema Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) dari Kemenristekdikti pada 2019. Selain itu, ia telah mengeluarkan lebih dari 20 seminar nasional dan international serta mendapat dua kali best paper di Malaysia dan Maladewa.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara

Suahasil Beberkan Tiga Strategi Pemerintah Perkuat APBN, Simak Paparannya

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan tiga strategi fiskal untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

img_title
VIVA.co.id
23 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut