Virus Corona Mewabah, 5000 Karyawan Twitter Kerja dari Rumah

Kantor Pusat Twitter.
Sumber :
  • Instagram/@u_foma

VIVA – Perusahaan layanan jejaring sosial asal Amerika Serikat, Twitter Inc. mengimbau hampir 5000 karyawannya di seluruh dunia untuk bekerja remote atau jarak jauh dari rumah karena khawatir akan penyebaran virus Corona Covid-19.

img_title Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

Perusahaan media sosial itu mengeluarkan pengumuman dalam blog kepada karyawannya setelah sebelumnya telah membatalkan semua perjalanan dinas yang tidak terlalu mendesak. Twitter juga telah menarik diri dari konferensi South by Southwest yang dijadwalkan akhir bulan ini di Austin, Texas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mulai hari ini, kami sangat mendorong semua karyawan secara global untuk bekerja dari rumah jika mereka bisa. Tujuan kami adalah untuk menurunkan kemungkinan penyebaran virus corona Covid-19 bagi kami, dan lingkungan sekitar kami," tulis pihak Twitter dalam pengumumannya, seperti dilansir SCMP, Selasa 3 Maret 2020.

img_title Buntut Karhutla, RI Bekukan Izin 6 Perusahaan, Total 32 Korporasi Kini Kena Sanksi

Twitter juga mewajibkan karyawannya di Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan untuk bekerja dari rumah, namun kantor-kantor di negara lain akan tetap terbuka untuk mereka yang memilih atau perlu untuk masuk.

"Kami memastikan semua pertemuan internal dan tugas-tugas penting lainnya dioptimalkan untuk dilakukan dari jarak jauh," tulis perusahaan itu di blognya.

img_title Tegas! Singapura Tak Mundur, Perusahaan Pemicu Kabut Asap Bakal Ditindak

Kebijakan Twitter tentang bekerja dari rumah adalah suatu langkah signifikan, selain apa yang dilakukan sebagian besar perusahaan di AS ketika virus menyebar. Banyak perusahaan termasuk AT&T dan Citigroup, telah membatasi perjalanan internasional, terutama ke Asua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan lainnya termasuk Facebook dan Google Alphabet telah menunda atau membatakan konferensi di Amerika Serikat, sementara Facebook juga mengikuti keputusan Twitter untuk menarik diri dari konferensi South by Southwest.

Seperti diketahui Organisasi Kesehatan Dunia telah mendaftarkan lebih dari 1.500 kasus baru terkait penularan virus Corona di luar wilayah China dalam 24 jam terakhir. Menurut WHO, jumlah kasus yang dikonfirmasi di China mencapai 80.714, sementara jumlah kematian mencapai 2.915. Saat ini, angka kematian global melebihi 3.100 orang, dengan hampir 91.000 terinfeksi.

Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa terkait Karhutla di Kalimantan Barat

7 Tuntutan BEM SI Kalbar Terkait Karhutla: Minta Perusahaan Bertanggung Jawab hingga Penetapan Bencana Nasional

Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Pemerintah perlu memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan layanan kesehatan

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut