Facebook Punya Sejarah Kelam Soal Perlindungan Data Pribadi, BI Ragu

Facebook.
Sumber :
  • WIRED Middle East

VIVA – Facebook memiliki sejarah kelam soal perlindungan data pribadi sehingga membuat Bank Indonesia (BI) ragu untuk memberi izin layanan keuangan digital mereka, Facebook Pay, beroperasi di Tanah Air. Facebook rencananya akan menggunakan platform WhatsApp dan Instagram untuk bertransaksi.

img_title Meta Nonaktifkan Ratusan Ribu Akun, Facebook Jadi Sorotan!

Seperti diketahui, skandal Cambridge Analytica beberapa tahun lalu membuat media sosial besutan Mark Zuckerberg itu jadi bulan-bulanan penggunanya. Bahkan, ada gerakan untuk memboikot Facebook. Namun peristiwa itu seperti tidak membuat mereka jera. Kasus terbaru menyebutkan sebanyak 267 juta akun pengguna Facebook diretas dan dijual murah di situs Dark Web.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak heran jika Bank Indonesia (BI) masih meragukan kredibilitas Facebook Pay yang sudah mengajukan izin sejak September 2019. Aturan terkini tentang perlindungan data pribadi mengharuskan penyedia layanan perbankan mendapatkan persetujuan yang memadai dari klien, untuk menyimpan data pribadi nasabah dengan aman dan rahasia.

img_title 9 Juta Akun TikTok Anak Dinonaktifkan, Instagram 85 Ribu-Facebook 99 Ribu

Facebook.

Namun sayangnya, peraturan tersebut tidak secara khusus dirancang untuk kegiatan layanan keuangan melalui jejaring sosial seperti Facebook, yang merupakan sesuatu yang harus dipertimbangkan oleh bank sentral.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

"BI sebagai regulator tentu harus merumuskan dan memaksakan amandemen aturan untuk melindungi pengguna Indonesia dari Facebook Pay, sebelum mengizinkan mereka untuk beroperasi," kata Wakil Presiden Investasi MDI Ventures, Aldi Adrian Hartanto, seperti dikutip dari situs Kr-Asia, Senin, 27 April 2020.

Kendati demikian, menurut Hartanto, keberadaan Facebook Pay akan bermanfaat bagi industri digital Indonesia secara keseluruhan. Karena, akan banyak orang Indonesia menggunakan setidaknya satu aplikasi ekosistem Facebook, di mana hal itu akan mendorong penetrasi pembayaran digital.

Game-changer

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan itu saja. Hartanto menyebut masuknya Facebook Pay di Indonesia juga bisa bermanfaat bagi bisnis periklanan. Facebook akan mengumpulkan data tentang metode pembayaran, tanggal transaksi, penagihan, pengiriman serta detail kontak, yang berharga untuk meningkatkan relevansi iklan di semua platformnya.

Selain itu, mitra lokal akan dapat memanfaatkan basis pengguna jejaring sosial yang sangat besar di Indonesia, membuat aliansi menguntungkan bagi semua pihak. Ia percaya bahwa Facebook Pay akan menjadi pembeda atau game-changer untuk bagaimana konsumen Indonesia menggunakan layanan keuangan digital.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut