Mata-mata Aria-body China Ancam Indonesia, BIN Diminta Gerak Cepat

Logo Badan Intelijen Negara (BIN).
Logo Badan Intelijen Negara (BIN).
Sumber :

VIVA – Perangkat mata-mata Aria-body asal China membuat heboh karena menargetkan sejumlah pemerintahan negara, termasuk Indonesia. Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Prasadha, meminta pemerintah, melalui Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bersiap untuk bergerak cepat.

Ia menjelaskan jika Aria-body merupakan malware yang disusupkan lewat file semacam Word yang tidak akan dicurigai target. Dengan cara tersebut hacker atau peretas bisa masuk dan dapat mengendalikan perangkat korban.

Menurut Pratama, Aria-body dilengkapi juga dengan fitur keylogger jadi kegiatan korban akan terpantau termasuk saat memasukkan username dan password.

"Pada akhirnya peretas bisa melakukan kegiatan seolah-oleh dia adalah pemilik perangkat tersebut," katanya kepada VIVA, Senin, 11 Mei 2020.

Ia juga menuturkan sasaran kejahatan siber ini adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan instansi penting negara, maka penggunaan email phishing disertai Aria-body dianggap sangat efektif.

"Karena sasarannya adalah PNS dan instansi penting negara, maka penyebaran utamanya lewat email phising, di mana turut disertakan file yang telah disusupi Aria-body ini dianggap sangat efektif," jelas Pratama.

Dengan adanya kejadian tersebut, menurut Pratama, sebaiknya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN) bergerak cepat.