Habis Bumi, Giliran Matahari 'Lockdown'

Lubang korona di ekuator Matahari.
Sumber :
  • Instagram/@lapan_ri

VIVA – Habis Bumi, kini giliran Matahari mengalami fase 'lockdown'. Menurut Pakar Astronomi asal Australia, Tony Phillips, saat ini Matahari sedang memasuki fase solar minimum atau minimnya Matahari memancarkan sinar. Fase ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana seperti gempa bumi, cuaca beku, dan kelaparan.

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

"Aktifitas permukaan Matahari sedang turun drastis karena berada dalam masa fase ini (lockdown). Akibatnya, sinar Matahari mengalami penurunan drastis yang ditandai dengan bintik Matahari (Sunspot) yang menghilang," kata Phillips, seperti dikutip dari situs Pennlive, Senin, 18 Mei 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sunspot atau bintik Matahari merupakan area aktivitas magnet di permukaan Matahari. Sunspot muncul sebagai area gelap yang menjadi indikasi aktifitas Matahari, melahirkan apa yang dinamakan coronal mass ejections atau lontaran massa korona Matahari.

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Meski bintik Matahari tampak kecil, namun sebenarnya berukuran besar. Menurut Phillips, dari jumlah bintik Matahari yang ada, kondisi saat ini termasuk yang terparah dalam satu abad terakhir. Phillips menuturkan medan magnet Matahari menjadi lemah, yang memungkinkan sinar kosmik ekstra ke Tata Surya.

"Kelebihan sinar kosmik ini menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan perubahan udara di kutub. Selain itu mempengaruhi elektro-kimia atmosfer Bumi serta bisa memicu petir," ujarnya.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Sementara itu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memprediksi lockdown Matahari atau solar minimum sudah dimulai sejak April tahun ini hingga enam bulan ke depan. NASA menilai fase ini adalah akhir dari siklus 11 tahun untuk Matahari.

"Setiap 11 tahun atau lebih, bintik Matahari memudar, lalu membawa periode yang relatif tenang. Ini disebut solar minimum. Namun, bukan berarti Matahari menjadi 'tidak bergairah', tapi hanya mengubah bentuk," kata Ilmuwan NASA Dean Pesnell.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah postingan NASA tentang Perubahan Iklim Global pada Februari 2020 menegaskan 'tidak ada yang namanya Zaman Es Mini' ketika solar minimum terjadi.

Pernyataan ini menjawab beberapa pihak yang mengungkapkan lockdown Matahari bisa menyebabkan penurunan suhu global disusul bencana lainnya seperti yang pernah terjadi pada 1600-an.

PGN.

Perluas Pasar Gas Bumi, PGN Beberkan Strategi Komersial Dongkrak Permintaan Berkelanjutan

Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), terus memperkuat strategi komersial untuk memperluas pasar dan pemanfaatan gas bumi.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut