Gojek Minta Satu Hal ke Pelanggan GoRide

Driver Gojek
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Layanan antar penumpang roda dua Gojek yang sempat dihentikan saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, akan kembali beroperasi mulai 8 Juni 2020.

img_title KMP Batu Mandi Terbakar di Merak, 420 Penumpang dan 89 Kendaraan Ada di Kapal

"Berdasarkan jadwal pembukaan Transisi Fase I yang dipaparkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, layanan transportasi dengan sepeda motor, termasuk GoRide dapat membuka 100 persen layanan mulai 8 Juni 2020," ujar Chief Corporate Affairs, Nila Marita dalam pesan singkat kepada VIVA, Jumat 5 Juni 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gojek menyambut baik pemberitahuan ini, karena akan membuat mitra driver kembali melayani transportasi bagi penumpang, setelah sebelumnya hanya melayani pengiriman barang (GoSend), pesan antar makanan (GoFood), berbelanja kebutuhan sehari-hari (GoMart), dan lain sebagainya.

img_title Pramono: Jakarta Peringkat 15 Transportasi Terbaik di Dunia

"Kami juga telah menetapkan prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan termasuk bagi layanan transportasi GoRide dan GoCar," katanya.

Layanan drive thru di Posko Aman Bersama Gojek

img_title Di Hari Ulang Tahun Prabowo ke-75, Jokowi Mendoakan Kesehatan Presiden

Adapun kewajiban-kewajiban yang harus dijalani para mitra adalah menggunakan masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Kemudian, penumpang juga diharuskan menggunakan masker, baik untuk layanan roda dua maupun roda empat.

"Gojek mengimbau untuk penumpang membawa helm SNI pribadi bagi pengguna layanan GoRide," ujar Nila.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan bertaraf decacorn ini juga mengaku sudah menggunakan sekat pelindung plastik untuk ribuan armadanya. Jumlahnya akan terus bertambah sebagai bagian dari standar keamanan dan kesehatan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta baru saja mengumumkan pelonggaran pemberlakuan PSBB, dan seiring dengan kabar tersebut, Ibu Kota memasuki masa transisi mulai hari ini.

Ilustrasi Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan di Sanur, Bali.

Respons Menohok Wamenkes hingga Airlangga soal Rp200 T Lari ke Luar Negeri buat Berobat

Buntut mencuatnya narasi  2 juta orang Indonesia memilih berobat ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia dengan total pengeluaran mencapai Rp 200 triliun

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut