Data Pengguna Tokopedia Bocor, Akun Ovo Terancam Dibajak?

Startup Fintech Ovo.
Startup Fintech Ovo.
Sumber :
  • Viva.co.id/Novina Putri

VIVA – Kasus kebocoran 91 juta data pengguna Tokopedia masih bergulir. Setelah sebelumnya dijual di dark web, kini data-data tersebut ada di dalam sebuah grup Facebook.

Seperti yang diketahui, pengguna Tokopedia bisa melakukan pembayaran dengan dompet digital Ovo. Lalu, bagaimana mengenai keamanannya pasca adanya kebocoran ini?

Meski aplikasi Ovo sudah dilengkapi dengan pemindai sidik jari pengguna, namun untuk pembayaran di Tokopedia, mereka hanya mengandalkan password. Berdasarkan pengalaman, saat pengguna akan melakukan pembayaran, platform Tokopedia akan meminta password Ovo pengguna, tanpa beralih ke aplikasi Ovo.

Jika pembayaran sudah berhasil, aplikasi Ovo akan memberi notifikasi adanya transaksi di Tokopedia. Tapi seandainya pengguna tidak pernah mengganti kode rahasia Ovo, tentu cara transaksi ini bisa dinilai kurang aman. Oleh sebab itu,banyak pakar keamanan siber menyarankan masyarakat untuk mengganti password secara rutin.

Saat kabar kebocoran data menyeruak, Head of Public Relation Ovo, Sinta Seyaningsih memastikan data-data perusahaan terlindungi dengan baik, termasuk data pengguna serta merchant. Perusahaan mengaku memiliki keamanan berlapis, untuk melawan serangan siber.

Meski begitu, Sinta menyarankan pengguna untuk secara berkala mengubah pin Ovo, pasca bocornya data pengguna Tokopedia. Langkah tersebut dinilai penting, agar pengguna bisa mendapat keamanan yang lebih baik.

Banyak ahli juga menyarankan masyarakat untuk mengaktifkan autentikasi dua arah dan tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun. Gunakan juga password yang berbeda untuk platform e-commerce, media sosial, dan platform lainnya. Untuk proteksi yang lebih, pengguna bisa memasang anti virus dengan sistem terbaru.

Menurut pakar keamanan siber, Pratama Persadha, peristiwa kebocoran data memang membuat ketakutan di sebagian kalangan masyarakat untuk berbelanja di marketplace, terutama yang menggunakan kartu kredit, debit, juga dompet digital.

“Transaksi bisa dilakukan seperti biasa, namun memang minimal ganti dan buatlah password berbeda di setiap platform. Bila password email dan Tokopedia sama, kemungkinan terburuk email kita diambil alih dan semua akun-akun kita lumpuh, baik media sosial maupun marketplace,” ujarnya.