Menggembleng Talenta Digital Indonesia

Ilustrasi era digital.
Sumber :
  • Imarticus

VIVA – Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia masih kekurangan 9 juta tenaga terampil dan semi-terampil di bidang teknologi informasi (IT). Bahkan, Google Indonesia memperkirakan ekonomi digital di Indonesia akan mencapai US$124 miliar (Rp1.807 triliun) pada 2025, dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

img_title Google Tidak Berkutik di Rusia

Sejak beberapa tahun lalu, Indonesia serius menggarap ekosistem digital. Sebab, untuk dapat berkiprah aktif di era digital seperti saat ini maka sebuah negara memerlukan banyak talenta mumpuni, khususnya bidang pemrograman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya pemerintah, berbagai pihak berupaya ikut mewujudkan ekosistem digital nasional yang kondusif bagi perkembangan dunia digital Tanah Air. Salah satunya oleh provider telekomunikasi Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) Geek Battle 2020. Program ini merupakan upaya ALE untuk memenuhi kebutuhan talenta digital andal di Indonesia.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

"Karena, Indonesia masih menghadapi digital skills gap, di mana kebutuhan akan tenaga andal di bidang digital masih belum terpenuhi. Untuk memperkecil gap ini, dibutuhkan program pendidikan dan/atau pelatihan baik oleh pemerintah maupun kalangan swasta," kata Country Manager ALE Indonesia, Adios Purnama, Senin, 17 Agustus 2020.

Ia melanjutkan bahwa program ini menjadi salah satu inisiatif untuk melahirkan talenta-talenta digital baru di Indonesia yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

img_title Google Pixel 11 Pro XL vs iPhone 18 Pro Max, Mana yang Lebih Layak Dibeli Akhir Tahun Ini?

Program ALE Geek Battle dilaksanakan melalui kerja sama dengan beberapa perusahaan rintisan (startup) digital Indonesia yang memiliki perhatian dalam pengembangan digital talent di Indonesia.

Program ini dimulai sejak akhir Oktober 2019 dan diikuti oleh sekitar 4.122 peserta. "Seluruh peserta mendapatkan beasiswa untuk mengikuti kelas Android Pemula sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan peserta agar sesuai dengan kebutuhan pasar," jelas dia.

Natalie Harp dan Presiden AS Donald Trump.

Apple dan Google Tunduk sama Donald Trump, Ganti nama Danau Ontario jadi Amerika

Apple dan Google telah mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di aplikasi layanan peta mereka, setelah perintah dari Presiden AS Donald Trump.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut