Penguak Kebocoran Data KPU dan Tokopedia Ngajak Kenalan di Linkedin

Hacker mengambil data pribadi korban.
Sumber :
  • TechCrunch

VIVA – Beberapa bulan lalu, sebuah akun Twitter bernama @underthebreach tiba-tiba jadi sorotan. Penyebabnya, cuitan yang diunggah mengungkapkan sejumlah kebocoran data di dunia, termasuk Indonesia.

img_title Wamendagri Bima Arya Dorong SP4N-LAPOR! Jadi Instrumen Perbaikan Pelayanan Publik

Pemilik akun itu akhirnya mengungkap sosok aslinya. Pantauan VIVA Tekno, Senin 31 Agustus 2020, akun itu mengganti namanya menjadi Alon Gal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya membuka akun ini satu tahun lalu. Saya berencana untuk tetap anonim untuk memastikan keselamatan saya, namun saya memutuskan untuk memperkenalkan diri saya, jadi bisa terhubung dengan Anda, semua lebih personal. Nama saya Alon, saya menganggap Anda semua menjadi teman, hubungi saya Linkedin," tulis akun itu.

img_title Perlebar Peluang bagi Brand Lokal, Discovery Commerce Dongkrak Nilai Transaksi Fesyen hingga 70 Persen

Tak lama setelah mengunggah perkenalan dirinya, sejumlah pengguna Twitter memenuhi kolom komentar. Salah satu warganet terkejut, karena akun itu bukan bot.

Dalam tautan akun Linkedin yang disertakan, Gal menuliskan berasal dari Israel dan saat ini bekerja sebagai Chief Technology Officer di perusahaan layanan dan teknologi informasi bernama Hudson Rock.

img_title Pacu Adaptasi di Era AI, KAI Dongkrak Layanan Pelanggan via Transformasi Digital

Sebelumnya, akun ini sempat membongkar dugaan kebocoran data di Indonesia. Salah satu adalah kebocoran data KPU yang diungkap pada Mei lalu.

Akun @underthebreach mengungkapkan, jika data berisi nama, alamat, serta nomor KTP dan Kartu Keluarga masyarakat Indonesia. Saat itu dia juga menyatakan, siap membeberkan data yang sama dari 200 juta orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akun yang sama juga mengungkap kemungkinan kebocoran data dari layanan e-commerce Tokopedia. Pada awal Mei, dia menyatakan ada 15 juta data pribadi pengguna yang bocor berisi email, kata sandi dan nama.

Keesokan harinya, @underthebreach menyatakan jika data yang bocor ada 91 juta pengguna. Data-data tersebut dijual dengan harga US$5 ribu.

PP Properti.

PP Properti Genjot Peningkatan Kualitas Produk hingga Perkuat Layanan ke Konsumen

Apresiasi ini menjadi dorongan untuk memperkuat hubungan dengan konsumen dan pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas produk serta layanan sebgai landasan bisnis.

img_title
VIVA.co.id
30 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut