Manusia Purba Pernah Mampir di Arab Saudi

Gurun Nefud di Arab Saudi.
Sumber :
  • dw.com

VIVA – Para ilmuwan baru-baru ini menemukan sekelompok kecil homo sapiens atau manusia purba pernah berburu mamalia besar seperti unta, kerbau, dan gajah di wilayah yang kini termasuk bagian utara Arab Saudi. Temuan ini menunjukkan drastisnya perubahan iklim yang telah dialami oleh Bumi.

img_title Menteri Kebudayaan Tekankan Komitmen Pemerintah Bangun Literasi Sejarah Peradaban Bangsa

Saat ini, Jazirah Arab berciri khas pemandangan gurun pasir yang luas dan gersang, sebuah daerah yang tidak ramah untuk didiami manusia purba dan hewan yang mereka buru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Manusia Purba juga Ngerasain Nikmatnya Sakit Gigi

img_title Setara Pompeii dan Colosseum, Situs Tersembunyi di Sulawesi Simpan Bukti Kreativitas Manusia Purba Nusantara

Akan tetapi, penelitian selama dekade belakangan menunjukkan bahwa tampaknya kondisi geografis Bumi tidak selalu seperti ini. Karena variasi iklim alami, pada sekitar 120 ribu tahun silam atau yang juga dikenal sebagai periode interglasial terakhir, keadaan alam di sana jauh lebih hijau dan lebih lembab.

“Pada waktu tertentu di masa silam, gurun yang mendominasi bagian dalam semenanjung pernah berupa padang rumput yang luas dengan danau dan sungai air tawar permanen," ungkap Richard Clark-Wilson, salah satu penulis studi terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmiah Science Advances, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Senin, 21 September 2020.

img_title Liburan Natal Tahun Baru, Pameran Fosil Manusia Purba Tarik Ribuan Pengunjung di Museum Nasional Indonesia

Ia melanjutkan, nenek moyang manusia pada saat itu berhenti untuk sekadar minum dan mencari makan di sekitar danau dangkal yang juga sering dikunjungi unta, kerbau, dan gajah yang lebih besar daripada jenis yang ada sekarang.

Sekelompok manusia purba ini memanfaatkan adanya lubang berair untuk membantu mereka bisa bertahan dalam menempuh perjalanan jauh. Gambaran kehidupan manusia purba di daerah itu secara terperinci direkonstruksi oleh para peneliti dalam studi itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, ditemukan juga jejak kaki manusia dan hewan purba di Gurun Nefud, Arab Saudi. Jejak ini memberi petunjuk baru tentang rute yang diambil leluhur manusia saat mereka menyebar keluar dari Benua Afrika.

Penulis utama makalah tersebut yakni Mathew Stewart, dari Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia di Jerman, mengatakan bahwa jejak kaki itu ditemukan selama penelitian program doktoralnya pada 2017, setelah adanya erosi sedimen di atas sebuah danau purba yang dijuluki 'Alathar', yang dalam bahasa Arab berarti jejak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut