Segini Harga Mikrofon yang Dimatikan Puan Maharani

Tender pengadaan barang DPR. Salah satunya harga mikrofon.
Sumber :
  • https://lpse.dpr.go.id/

VIVA – Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang (UU) diwarnai hal menarik. Salah satunya adalah saat momen Ketua DPR RI Puan Maharani mematikan mikrofon seorang anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan, saat sedang berbicara.

img_title Puan Jawab Narasi soal Gantikan Gibran Jadi Wapres, Begini Sikap Ketua DPR RI Jelang Putusan MK

Tapi tahu enggak kamu kalau mikrofon tersebut harganya fantastis? VIVA Digital mengutip situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR, Rabu, 7 Oktober 2020, mikrofon itu masuk ke dalam tender yang berjudul 'Penggantian Delegate Conference System Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara DPR RI'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Momen Ketua DPR Matikan Mikrofon Anggota yang Protes RUU Cipta Kerja

img_title Puan Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat 15 Desember 2026

Pengadaan barang ini menggunakan sumber dana APBN 2019. Sementara tanggal pembuatan tercatat pada 22 Oktober tahun lalu.

Ketika ditelusuri harga mikrofon yang dimatikan Puan Maharani itu mencapai Rp74.257.355.150. Jika dibagi total jumlah anggota DPR yang mencapai 575 orang, maka harganya hampir Rp130 juta per mikrofon. Terdapat sembilan peserta tender yang mengikuti pengadaan sistem konferensi di ruang rapat paripurna DPR itu.

img_title DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Aturan Baru Punya 23 Bab dan 313 Pasal

Momen Ketua DPR RI Puan Maharani mematikan mikrofon Irwan memang langsung menarik perhatian, tidak hanya sesama anggota DPR tetapi juga publik. Sebab, suara Irwan menghilang saat sedang berbicara mengenai pandangannya terhadap RUU Cipta Kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlihat Puan Maharani tengah berdiskusi dengan Pimpinan Sidang Azis Syamsudin, yang akhirnya ia memutuskan untuk mematikan mikrofon.

Tahu mikrofonnya dimatikan, Irwan menyatakan kekecewaannya terhadap kejadian itu. Sebab, menurutnya, aspirasi rakyat yang sedang ia sampaikan akhirnya tidak terjadi lantaran terhambat insiden mikrofon mati.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga Tegaskan Jam Kerja Tetap 40 Jam, Usulan 45 Jam Pengusaha Ikuti Aturan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan jam kerja di Indonesia tetap 40 jam per minggu meski ada usulan pengusaha menaikkannya menjadi 45 jam.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut