Twitter Nyatakan Perang

Logo Twitter.
Sumber :
  • Instagram/@abdd.eyez

VIVA – Twitter menyatakan perang terhadap misinformasi. Kabarnya, media sosial berlogo burung biru ini akan mengembangkan fitur baru yang berhubungan dengan tombol Like. Fitur ini ditemukan oleh seorang engineer bernama Jane Manchun Wong dalam kode aplikasi Twitter.

img_title 10 HP Terbaik 2026 untuk Pekerja Konstruksi: Tahan Debu, Air, Benturan, dan Tetap Nyaman Dipakai Seharian

Ia megatakan akan ada perlambatan proses menyukai sebuah tweet dengan fitur baru tersebut. Melansir laman TechCrunch, Rabu, 11 November 2020, Twitter akan memunculkan label misleading information atau informasi menyesatkan pada saat pengguna mencoba mengklik tombol Like dari sebuah cuitan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, fitur itu belum bisa digunakan oleh semua pengguna. Twitter mengonfirmasi keberadaan inovasi tersebut dan menyatakan sedang dalam pengembangan. Sejauh ini Twitter belum memiliki rencana meluncurkan fitur barunya tersebut secara luas.

img_title 3 HP Kini Mulai Mengandalkan Edisi Terbaru, Membuat Pengguna Terasa Berbeda

"Kami bertujuan untuk memberi orang konteks dan alat yang diperlukan untuk menemukan informasi kredibel pada layanan kami. Tidak peduli topik atau di mana mereka melihat tweet tersebut," ungkap juru bicara Twitter.

Ia melanjutkan jika Twitter akan terus mengeksplorasi fitur tersebut. Selain itu juga membuat kebijakan untuk membantu pengguna membuat keputusan atas informasi mereka sendiri.

img_title 7 Aplikasi Cuaca yang Paling Berguna untuk Memantau Kondisi di Indonesia, Cocok untuk Sehari-hari

Langkah yang coba diambil Twitter memang bukan yang pertama memerangi misinformasi. Pada 20 Oktober lalu, Twitter mendorong seluruh pengguna me-retweet menggunakan kutipan.

Selain itu, menjelang Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS), Twitter juga meluncurkan sejumlah kebijakan baru. Mereka membuat label pada cuitan yang dianggap tidak benar dan salah satu orang yang berlangganan mendapatkannya adalah Donald Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Facebook dan Twitter pada 3 November kemarin menangguhkan beberapa akun-akun berita baru yang mengunggah informasi seputar pemungutan suara dalam Pemilu AS. Akun-akun berita yang kebanyakan condong ke sayap kanan itu dinilai melanggar kebijakan dua perusahaan teknologi besar tersebut.

Twitter mengatakan akun-akun itu telah ditangguhkan karena melanggar kebijakan terkait “koordinasi” dengan mengunggah konten yang identik, padahal tampil sebagai akun independen, atau terlibat dengan perilaku otomatis akun lain secara diam-diam.

Ilustrasi pedagang pasar menggunakan HP

10 HP Murah yang Cocok untuk Pedagang Pasar, Harganya Mulai Rp1 Jutaan

10 HP murah untuk pedagang pasar dengan harga mulai Rp1 jutaan. Simak rekomendasi HP dengan baterai besar, penyimpanan lega, bodi tangguh, dan fitur yang cocok aktivitas.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut