Ada Virus Baru di Dunia Medis, tapi Gak Menyerang Manusia

Ilustrasi ransomware.
Sumber :
  • Twitter/@kaspersky

VIVA –Virus baru kembali mengegerkan dunia medis, namanya Ransomware. Tentu bisa diketahui yang bakal diserang bukanlah tubuh manusia, melainkan keamanan siber dari perangkat digital yang berkaitan dengan bidang kedokteran.

img_title Belum Juga Digunakan, Sirkuit Ini Sudah Dapat Pujian dari Legenda MotoGP

Informasi mengenai adanya Ransomware itu dirilis oleh pemerintah Australia. Mereka bahkan sudah mendesak organisasi kesehatan lokal, untuk melakukan peningkatan keamanan sibernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu akan dilakukan pemeriksaan intensif nuntuk mendeteksi, dan menghentikan serangan virus baru itu. Sebab, Ransomware dinyatakan sebagai sesuatu yang serius, lantaran bisa menyusupi perangkat di sektor medis.

img_title Australia Kirim Tawaran Khusus untuk Indonesia di Tengah Karhutla, Ini Kata Menko Dudung

"Kami telah mengamati peningkatan aktivitas untuk menarget sektor kesehatan. Sektor kesehatan oleh pelaku yang menggunakan alat akses jarak jauh, atau SDBBot Remote Access Tool (RAT)," ungkap pihak pusat keamanan siber Australia, dilansir VIVA Digital dari laman Zdnet, Sabtu 14 November 2020.

Meski demikian, pihak keamanan siber di sana belum memberikan informasi detail, terkait maksud dari aktivitas penargetan. Namun diketahui, SDBBot RAT secara eksklusif didistribukan sebuah grup kejahatan siber bernama TA505.

img_title Pernah Ingin Bela Australia, Mathew Baker Kini Mantap Pilih Timnas Indonesia

Grup tersebut, dikenal mengandalkan kampanye spam email dan menargetkan perusahaan. Mereka biasanya akan menginfeksi workstation dengan malware.

Aktivitas penggunaan SDBBot RAT itu, sudah terlihat digunakan oleh TA505 sejak September 2019. Grup tersebut, melakukannya sebagai tempat untuk mengakses host yang terinfeksi jauh dari lokasi targetnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pusat keamanan siber Australia menjelaskan, SDBBot terdiri dari tiga komponen. Yakni yang digunakan untuk menetapkan persistensi, pembuat untuk mengunduh komponen tambahan dan RAT itu sendiri.

Lembaga itu pun menyebut, jika SDBBot merupakan pendahulu dari Clop Ransomware, yakni salah satu dari grup paling agresif saat ini. Peneliti keamanan siber mengartikan Clop sebagai ransomware pemburu game besar atau ransomware yang dioperasikan oleh manusia.

Ilustrasi cybercrime.

Pemerintah Tingkatkan Keamanan Ekosistem Digital RI demi Hadapi Era Post-Quantum Cryptography

Pemerintah memperkuat keamanan digital nasional melalui kolaborasi Peruri, Telkom, BSSN, dan Danantara untuk menghadapi perkembangan teknologi kuantum.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut