Pandemi Bikin Masyarakat Lebih Rasional Saat Belanja Online

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah

VIVA – Ternyata bukan hanya penggunaan internet yang semakin meningkat saat pandemi COVID-19 di Indonesia. Namun, ada perubahan pola konsumsi masyarakat saat berbelanja secara online.

img_title Promo Tanggal Kembar Bikin Kalap? Ini Cara Belanja Hemat agar Gaji Tak Cepat Habis

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan jika ada rasionalitas yang terlibat di dalamnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Mayoritas Orang Doyan Belanja Online Lewat WhatsApp atau Instagram

img_title Mengenal Influenza A yang Ramai Dibahas, Gejala dan Cara Mencegahnya

Menurut dia, saat pandemi orang berbelanja dengan alasan apa yang mereka butuhkan, berubah dari sebelumnya yakni mencari yang diinginkan. "Jadi, banyak orang yang belanja online tapi mereka lebih rasional. Dulu biasanya what i want, sekarang jadi what i need," kata Semuel, Jumat, 20 November 2020.

Dengan pola seperti itu maka para pelaku bisnis harus melakukan persiapan. Yakni, menyediakan produk yang dibutuhkan serta diinginkan oleh para calon pembeli.

img_title Ancaman Pandemi Baru Mengintai, Indonesia Mulai Uji Skenario Vaksin 100 Hari

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, menyatakan selama pandemi COVID-19 tahun ini, sektor informatika dan komunikasi mengalami pertumbuhan dua digit di kuartal kedua, yaitu sebesar 10,8 persen, tetapi sedikit menurun 10,63 persen pada kuartal ketiga.

Ia menyebutkan jika sektor ini memiliki gairah luar biasa. Apalagi dengan total transaksi di belanja online di e-commerce tahun ini diperkirakan mencapai Rp243 triliun.

"Artinya, sektor informatika dan komunikasi memiliki gairah luar biasa. Apalagi data yang ditunjukkan laporan Bank Indonesia (BI) menyebutkan total transaksi e-commerce tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp243 triliun. Sedangkan tahun kemarin hanya Rp205,5 triliun," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren positif ini juga ada dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), yang dikutip Dedy, mencatat lompat 4,8 kali lipat dalam transaksi e-commerce pada tahun ini. Namun sayangnya, tren positif ini juga dibarengi masih banyak konten negatif yang berseliweran di dunia maya.

Dedy menyebutkan Kominfo masih menemukan banyak konten seperti asusila, perjudian hingga penipuan. "Di Indonesia cukup menyedihkan, karena yang di survei 30 negara dan kita mendapatkan peringkat 26," kata Dedy, mengingatkan.

Mantan Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Utara, SL ditahan penyidik Polda dalam dugaan kasus korupsi dana publikasi media

Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Polda Sulawesi Utara menahan dua mantan pejabat Dinas Kominfo Sulut berinisial SL dan CI. Mereka jadi tersangka kasus dugaan korupsi dana publikasi media.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut