Astronot China Sudah Berada di Orbit Bumi

Tiga astronot China sukses tiba di Stasiun Luar Angkasa Tianhe.
Sumber :
  • TechCrunch

VIVA – Tiga astronot China telah tiba di Stasiun Luar Angkasa Tianhe. Misi Shenzhou-12 berhasil merapat ke Tianhe atau Harmony of the Heavens pada Kamis, 17 Juni 2021 sekitar pukul 04.25 EDT atau 15.25 WIB, tujuh jam setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China.

Mobil Listrik Baru BYD Bakal Rilis, Pakai Nama Singa Laut

Ketiga astronot yang tiba dengan selamat itu adalah Nie Haisheng, Liu Boming, dan Tang Hongbo. Mereka akan tinggal di atas Tianhe yang memiliki panjang 54 kaki atau 16,6 meter. Di sana mereka akan menetap selama tiga bulan untuk menguji berbagai sistem.

Peluncuran Shenzhou-12 kurang dari dua bulan setelah Stasiun Luar Angkasa China Tianhe diluncurkan pada 28 April kemarin. Kapal barang robot Tianzhou-2 mengirimkan lebih dari 6,6 ton pasokan ke modul satu bulan lalu.

Harga Diri Apple sedang Dipertaruhkan

Dibutuhkan delapan peluncuran lagi untuk menyelesaikan pembangunan Tianhe, kata seorang pejabat China. Dua sesi akan memasang modul lab ke Tianhe. Fase perakitan, yang diharapkan selesai pada akhir 2022, juga akan mencakup tiga peluncuran kargo lagi dan tiga misi awak tambahan.

Shenzhou-12 adalah misi luar angkasa berawak pertama China setelah hampir lima tahun. Misi sebelumnya, Shenzhou-11, mengirim tiga astronot ke lab luar angkasa Tiangong-2 untuk tinggal selama satu bulan pada akhir 2016, menurut situs Space, Jumat, 18 Juni 2021.

5 Negara Pemegang Hak Veto di PBB, Keputusan Internasional Ada di Tangan Mereka

Tiangong-2 dan pendahulunya, Tiangong-1, dibangun dan diluncurkan untuk membantu meletakkan dasar pos orbit baru. Stasiun milik China ini dikatakan 15 persen lebih besar dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tianhe diperkirakan akan beroperasi selama 10 tahun ke depan.

China sangat serius membangu program luar angkasa. Mereka juga sedang mencari cara untuk membawa astronot ke Planet Mars dan kembali lagi ke Bumi dengan selamat. Negeri Tirai Bambu juga berpotensi membangun kota untuk membuat kehadiran jangka panjang manusia di Planet Merah tersebut.

Anthony Sinisuka Ginting melawan Viktor Axelsen di Thomas Cup

Sejarah Tercipta Thomas Cup dan Uber Cup, Sempat Tertunda Gegara Perang Dunia II

Thomas Cup dan Uber Cup merupakan salah satu kompetisi bulutangkis bergengsi di dunia dengan menggunakan sistem beregu putra dan putri.

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024