Pakar: Data Bocor Cuma Ketawa-ketawa Saja

Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • vivanews/Andry

VIVA – Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan menjadi hal yang menyedihkan ketika Bank Indonesia (BI) diserang ransomware Conti di mana banyak data yang bocor.

Dalam acara 'Forum Kebijakan Online Asia-Pasifik IV Kaspersky', ia mengatakan kebocoran data di Tanah Air akan terus terjadi jika tidak ada ketegasan dari pemerintah.

"Ini masalah besar di Indonesia karena belum ada peraturan perlindungan data. Mereka yang mengalami kebocoran data cuma ketawa-ketawa saja karena memang tidak ada hukuman buat mereka," tegas Pratama, dalam konferensi pers virtual, Kamis malam, 20 Januari 2022.

Jika dibandingkan dengan Singapura dan Korea Selatan, ada hukuman berupa penalti atau penjara untuk perusahaan yang melanggar perlindungan data.

Namun, Indonesia masih sulit untuk memiliki regulasi tersebut karena belum ada komunikasi yang baik antara pemerintah dengan parlemen (DPR).

Setiap perusahaan, baik swasta maupun publik di Indonesia, belum melakukan upaya ketahanan siber yang maksimum.

Menurut Pratama, mereka banyak membuat aplikasi atau sistem yang mahal, namun tidak memikirkan keamanan dari sistem tersebut.