Twitter Ikut-ikutan Tren NFT

Logo Twitter.
Logo Twitter.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA – Twitter mengumumkan fitur baru untuk menampilkan non-fungible token atau NFT pada foto profil akun mereka, mengikuti tren yang populer sejak tahun lalu.

Fitur ini baru tersedia pada perangkat iOS untuk pengguna layanan berbayar Twitter Blue, seperti dikutip dari Techcrunch, Jumat, 21 Januari 2022.

Pengguna bisa menghubungkan akun Twitter mereka ke dompet mata uang kripto. Untuk membedakan dengan foto profil biasa, foto profil NFT menampilkan bentuk heksagonal.

Twitter Blue belum tersedia secara luas sehingga fitur baru tersedia untuk pengguna di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Ketika foto diklik, akan tampil karya yang dijual. Twitter beberapa waktu belakangan ini meluncurkan fitur yang berkaitan dengan aset kripto seperti NFT.

Tahun lalu, mereka memberikan fitur mengirim dan menerima mata uang kripto Bitcoin. Firma riset pasar DappRadar menyebutkan penjualan NFT mencapai US$25 miliar (Rp358 triliun) pada 2021. Tapi, ada perlambatan menjelang akhir tahun.

Para pendukung teknologi Web2, salah satunya NFT, berpendapatan desentralisasi kepemilikan seperti ini memberikan jalan untuk menghasilkan uang dari kreasi mereka dibandingkan mengandalkan platform teknologi.

Para kritikus menolak klaim soal desentralisasi tersebut, dengan alasan layanan yang mengadopsi teknologi tersebut didukung sedikit pemodal.

Dompet kripto yang terintegrasi di antaranya seperti Argent, Coinbase Wallet, Ledger Live, MetaMask, Rainbow dan Trust Wallet. Saat ini, NFT JPEG dan PNG yang dicetak di Ethereum (token ERC-721 atau ERC-1155) dapat digunakan sebagai gambar profil NFT.

Pengguna Twitter yang menemukan NFT dapat mengetuk gambar profil untuk mempelajari lebih lanjut tentang seni, koleksi, asal dan lain sebagainya.

Dengan begitu, pengguna dapat melihat apakah proyek atau koleksi itu telah diverifikasi oleh OpenSea atau pasar pihak ketiga lainnya.