Pulitzer 'Menyerah' Pada Media Online

Akhirnya Dewan Penghargaan Pulitzer mengijinkan media online untuk ikut serta dalam kompetisi mendapatkan penghargaan jurnalistik Pulitzer.

Pada Senin 8 Desember 2008, Dewan Pulitzer mengubah aturan yang sebelumnya tidak mengikutsertakan artikel yang berasal dari media online, kecuali artikel dari surat kabar harian yang memiliki versi online.

"Pulitzer telah memperluas penghargaannya bagi surat kabar-surat kabar berbasis teks, serta organisasi berita baru yang hanya mempublikasikan beritanya di Internet," ujar pernyataan pers Pulitzer, yang diumumkan lewat situsnya.

Pulitzer langsung membolehkan media online untuk mengikuti 14 kategori penghargaan yang mereka sediakan. Perubahan kebijakan dari Pulitzer dilakukan di tengah muramnya wajah media cetak Amerika Serikat.

Awal pekan ini, Tribune Co menjadi konglomerat media cetak pertama yang menyatakan diri bangkrut.

Kantor Surat Kabar The Los Angeles Times

Pekan lalu, Gannett, penerbit koran terbesar di Amerika Serikat dan perusahaan induk dari USA Today, memecat lebh dari 600 karyawannya. Bisa dikatakan, ini merupakan pemecatan terbesar di bidang industri media.

The New York Times, malahan sudah melakukan pemecatan jauh sebelum ini, yaitu sejak tahun lalu.

"Ini adalah langkah penting yang merefleksikan komitmen berkelanjutan dari kami, pada surat kabar Amerika, sekaligus kemauan kami untuk beradaptasi terhadap terhadap pertumbuhan dari jurnalisme online," ujar Sig Gissler, salah satu pengurus Pulitzer.

Penghargaan jurnalistik Pulitzer adalah penghargaan jurnalistik tertinggi bagi surat kabar di Amerika Serikat, yang telah ada sejak 1917.

Dalam satu dekade belakangan, Pulitzer mengabaikan keberadaan media online dengan membatasi mereka untuk menerima penghargaan yang mereka berikan.

Baru sekitar tahun 2006, konten versi online dari perusahaan surat kabar cetak diperbolehkan ikut ambil bagian. Sementara konten media online murni hanya diberi jatah dua kategori saja, yaitu penghargaan peliputan berita breaking news, dan fotografi breaking  news.

Selain dua kategori tersebut, Pulitzer memiliki 12 kategori penghargaan lainnya, antara lain kategori pelayanan publik, peliputan investigasi, peliputan eksplanatori (yang membutuhkan penguasaan bidang tertentu), peliputan lokal, peliputan nasional, peliputan internasional, penulisan editorial, kartun editorial, komentar, kritik, serta fotografi feature.

Kendati demikian, Pulitzer tetap tak memperbolehkan konten artikel dari majalah, baik versi cetak maupun online-nya. "Konsisten dengan fokusnya sejak dulu pada koran harian serta koran mingguan, kami tetap tidak memasukkan entri dari majalah cetak serta media penyiaran, maupun konten pada situs web mereka."