Perluas Jangkauan Kampanye Lewat Digitalisasi

Media sosial.
Media sosial.
Sumber :
  • Unsplash

VIVA – Digitalisasi di dunia terus berkembang secara masif. Perubahan gaya hidup menjadi serba digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk di ranah politik.

Digitalisasi politik merupakan sebuah alat untuk mencapai suatu kepentingan melalui teknologi.

Sekarang politisi yang ingin berkiprah dalam dunia politik atau yang ingin maju dalam konstelasi politik harus memanfaatkan platform digital secara maksimal. Hasilnya tentu berbeda dengan politisi kuno atau politisi konvensional.

"Sekarang bukan eranya lagi ketika kampanye harus turun ke lapangan, berteriak-teriak di depan ribuan massa. Ini mungkin bisa dipakai tapi sudah tidak relevan. Sekarang kita bisa memanfaatkan keberadaan teknologi digital, bisa melalui Zoom atau video-video tayang di media sosial," kata Dosen Fikom Universitas Dr Soetomo Surabaya, Rosnindar Prio Eko Rahardjo, Rabu, 29 Juni 2022.

Jadi, menurut dia, platform digital yang harus dimanfaatkan oleh politisi. Digitalisasi politik juga memiliki sejumlah dampak positif. Selain biaya kampanye lebih murah dibandingkan melakukan aksi secara langsung, digitalisasi juga bisa menjangkau audiens lebih jauh dan luas.

Rosnindar membagikan pengalamannya ketika membantu salah satu calon gubernur di Kalimantan. Beberapa audiens berada di jauh tengah hutan, sehingga tidak mungkin kampanye secara langsung karena perjalanan hanya bisa dilakukan helikopter.

"Akhirnya langkah yang kami tempuh adalah mengirim beberapa orang, mengirim video-video kampanye dan ditayangkan oleh kepala desa/dusun setempat," ungkapnya.

Digitalisasi memang memudahkan sistem politik, tapi ada dampak negatif yang perlu diwaspadai, bahkan bisa berujung penjara. Hal tersebut terjadi karena kemajuan teknologi membuat masyarakat bisa menyuarakan pendapatnya melalui media sosial.

Keberadaan media sosial memang bagai pedang bermata dua. Jika disalahgunakan bisa berdampak negatif, sementara pengguna bisa meraih keuntungan jika memaksimalkan media sosial.

Sementara itu, Pengusaha, Digital Trainer, dan Graphologist Diana Aletheia mengatakan saat ini banyak pengusaha memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya.

Google bahkan menyediakan aplikasi khusus untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Google menyediakan fitur Google My Business yang memang ditujukan untuk UMKM. Jadi lebih gampang. Keterangan toko kita bisa terlihat di Google Maps. Mulai dari lokasi, jam operasional, hingga produk yang dijual,” ujar dia.